Tiga Hari Hujan, Jalan dan Pemukiman Warga Stabat Tergenang

Kamis, 27 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah warga di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Langkat yang kebanjiran.

Rumah warga di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Langkat yang kebanjiran.

Langkat – Hujan masih terus mengguyur beberapa wilayah di Sumatera Utara. Termasuk di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Akibatnya, kawasan pemukiman di beberapa desa dan kelurahan pun terendam. Sebahagian warga terpaksa mengungsi di posko yang didirikan seadanya.

@klasberita.net

Jalan dan Pemukiman Warga Stabat Tergenang Langkat – Hujan masih terus mengguyur beberapa wilayah di Sumatera Utara. Termasuk di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Akibatnya, kawasan pemukiman di beberapa desa dan kelurahan pun terendam. Sebahagian warga terpaksa mengungsi di posko yang didirikan seadanya. Pantauan awak media, ruas jalan protokol seperti di depan Mapolres Langkat dan Pengadilan Negeri (PN) Stabat tergenang. Ruas-ruas jalan lintas desa dan kelurahan juga kebanjiran. Di kawasan yang genangan airnya cukup tinggi, warga terpaksa menutup akses jalan. Hal ini untuk mengantisipasi agar kendaraan yang melintasianya tidak mogok. Beberapa ruas jalan desa dan kelurahan dialihkan ke daerah yang lebih aman untuk dilalui. Seperti di Kelurahan Perdamaian dan Paya Mabar, badan jalan dan pemukiman warga kebanjiran. Volume permukaan airnya setinggi betis orang dewasa. “Air mulai tadi malam sudah masuk ke rumah. Barang-barang perabot di dalam rumah sudah terendam juga. Biasanya kalau musim hujan banjirnya cuma sampai halaman aja. Tapi kali ini beda, airnya terus meninggi,” tutur Sulastri, warga Kelurahan Perdamaian, Kamis (27/11/2025) sore. Warga di sana berharap, agar pemerintah setempat segera memperhatikan nasib mereka. Posko-posko pengungsi sangat dibutuhkan warga untuk bernaung di tempat yang aman. Sementara, warga Desa Pantai Gemi terlihat posko secara mandiri. Mereka mendirikannya dengan tenda teratak di lokasi yang lebih tinggi dan tak tergenang. “Tolong sampaikan sama pemerintah, kapan bantuan untuk kami dikirim. Kami juga butuh bahan pangan disaat bencana datang seperti saat ini. Posko pun kami didirikan secara mandiri untuk menampung warga yang terdampak,” tutur warga di sana. Di Kelurahan Kwala Bingai, Sidomulyo dan desa lainnya juga mengalami hal yang sama. Air sudah mulai menggenangi sejak malam hari. Hujan yang terus mengguyur, dikhawatirkan akan terus menambah debit air. (***) Sumber: https://kilasberita.net/tiga-hari-hujan-jalan-dan-pemukiman-warga-stabat-tergenang/ #Langkat #Stabat #Banjir

♬ original sound – kilasberita – kilasberita

Pantauan awak media, ruas jalan protokol seperti di depan Mapolres Langkat dan Pengadilan Negeri (PN) Stabat tergenang. Ruas-ruas jalan lintas desa dan kelurahan juga kebanjiran.

Di kawasan yang genangan airnya cukup tinggi, warga terpaksa menutup akses jalan. Hal ini untuk mengantisipasi agar kendaraan yang melintasianya tidak mogok. Beberapa ruas jalan desa dan kelurahan dialihkan ke daerah yang lebih aman untuk dilalui.

Seperti di Kelurahan Perdamaian dan Paya Mabar, badan jalan dan pemukiman warga kebanjiran. Volume permukaan airnya setinggi betis orang dewasa.

“Air mulai tadi malam sudah masuk ke rumah. Barang-barang  perabot di dalam rumah sudah terendam juga. Biasanya kalau musim hujan banjirnya cuma sampai halaman aja. Tapi kali ini beda, airnya terus meninggi,” tutur Sulastri, warga Kelurahan Perdamaian, Kamis (27/11/2025) sore.

Warga di sana berharap, agar pemerintah setempat segera memperhatikan nasib mereka. Posko-posko pengungsi sangat dibutuhkan warga untuk bernaung di tempat yang aman.

Sementara, warga Desa Pantai Gemi terlihat posko secara mandiri. Mereka mendirikannya dengan tenda teratak di lokasi yang lebih tinggi dan tak tergenang.

“Tolong sampaikan sama pemerintah, kapan bantuan untuk kami dikirim. Kami juga butuh bahan pangan disaat bencana datang seperti saat ini. Posko pun kami didirikan secara mandiri untuk menampung warga yang terdampak,” tutur warga di sana.

Di Kelurahan Kwala Bingai, Sidomulyo dan desa lainnya juga mengalami hal yang sama. Air sudah mulai menggenangi sejak malam hari. Hujan yang terus mengguyur, dikhawatirkan akan terus menambah debit air. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Didatangi Sekelompok Massa, KTN Bina Mangrove Desak Aparat Bertindak
Eks Kadisdik Langkat Disebut Terima ‘Pelicin’ Proyek Ratusan Juta Rupiah
Enam Tahun Jadi Mitra BKSDA, Kinerja KTH di Kawasan SM KGLTL Dipertanyakan
Resahkan Masyarakat, Kapolres Langkat Didesak Berangus Barak Narkoba di Wampu
Tercebur ke Sungai Batang Serangan, Tiga Penumpang Mobil Avanza Tewas
Parah!!! Vendor Alat Berat Mengaku Diperas Kasat Reskrim Polres Langkat Rp100 Juta
Soal Video Viral Setoran Sabu ke Oknum Polisi, Kapolres Langkat : Itu Video Lama
Tersangka KDRT Belum Ditahan, Warga Secanggang Kecewa

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:00

Didatangi Sekelompok Massa, KTN Bina Mangrove Desak Aparat Bertindak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:34

Eks Kadisdik Langkat Disebut Terima ‘Pelicin’ Proyek Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 29 September 2026 - 17:47

Enam Tahun Jadi Mitra BKSDA, Kinerja KTH di Kawasan SM KGLTL Dipertanyakan

Senin, 28 September 2026 - 11:16

Resahkan Masyarakat, Kapolres Langkat Didesak Berangus Barak Narkoba di Wampu

Minggu, 20 September 2026 - 09:24

Tercebur ke Sungai Batang Serangan, Tiga Penumpang Mobil Avanza Tewas

Berita Terbaru