Perjalanan Inspiratif Jeka Saragih, dari UFC Kini Bangun Mimpi Atlet Simalungun

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN – Atlet Mixed Martial Arts (MMA) kebanggaan Indonesia, Jeka Saragih, kembali menjadi sorotan publik. Tak hanya karena kiprahnya di pentas bela diri internasional, tetapi juga atas kepeduliannya dalam membangun olahraga di kampung halamannya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Setelah sebelumnya mendapat apresiasi dari Bobby Nasution atas aksi sosial membangun akses jalan bagi masyarakat, Jeka kini melanjutkan misinya dengan memperkuat pembinaan atlet muda melalui penyediaan sarana latihan di sejumlah wilayah di Simalungun.

Melalui komunitas yang ia dirikan, Patunggung Simalungun Siantar Club (PSSC), Jeka terus mengembangkan pembinaan atlet bela diri di berbagai desa dan kecamatan. Lokasi terbaru yang menjadi pusat pembinaan berada di Tiga Runggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Jeka menyerahkan bantuan matras latihan kepada para atlet di Tiga Runggu agar mereka memiliki fasilitas yang lebih layak dalam menjalani latihan sehari-hari.

“Tiga Runggu menjadi desa terakhir yang kami jajaki. Sambil mempersiapkan diri menghadapi pertandingan BYON melawan petarung dari Malaysia, saya juga ingin memastikan adik-adik atlet di sini memiliki tempat latihan yang baik,” ujar Jeka.

Saat ini, jaringan pembinaan PSSC telah berkembang di sejumlah daerah, antara lain PSSC Perdagangan, PSSC Panei Tongah, PSSC Saribu Dolok, PSSC Siantar, serta PSSC Tiga Runggu.

Menurut Jeka, pembangunan fasilitas olahraga merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi dari daerah.

“Langkah pemberian fasilitas olahraga ini kami lakukan agar para atlet siap menghadapi berbagai event olahraga. Potensi atlet Simalungun sangat besar dan harus didukung dengan fasilitas yang memadai,” katanya.

Di tengah berbagai keluhan mengenai masih minimnya perhatian terhadap sebagian atlet daerah, Jeka memilih untuk tetap fokus memberikan kontribusi nyata dibanding larut dalam polemik.

“Saya pernah berada di posisi mereka. Karena itu saya ingin para atlet tidak merasa dikucilkan atau kehilangan rasa percaya diri hanya karena keterbatasan fasilitas. Saya ingin mereka tetap bermimpi besar dan berani mengejar prestasi,” tegasnya.

Perjalanan karier Jeka Saragih sendiri menjadi inspirasi bagi banyak atlet Indonesia. Petarung asal Simalungun itu mengawali karier dari kompetisi nasional sebelum mencuri perhatian melalui ajang One Pride MMA.

Namanya semakin dikenal setelah menjuarai turnamen Road to UFC, sebuah pencapaian yang mengantarkannya menandatangani kontrak dengan organisasi bela diri terbesar dunia, Ultimate Fighting Championship (UFC).

Jeka pun tercatat sebagai salah satu petarung Indonesia pertama yang tampil di UFC, membuka jalan bagi atlet-atlet Tanah Air untuk bersaing di level internasional.

Di sela aktivitas pembinaan atlet muda, Jeka juga tengah mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya di ajang BYON Combat, di mana ia dijadwalkan menghadapi petarung asal Malaysia.

Duel tersebut dipandang sebagai momentum penting bagi Jeka untuk kembali menunjukkan kualitasnya sekaligus menjaga peluang memperoleh pertandingan-pertandingan yang lebih besar pada level internasional.

Informasi mengenai laga tersebut telah menjadi perhatian sejumlah media nasional dan penggemar MMA di Indonesia.

Melalui langkah-langkah yang dilakukannya, Jeka Saragih menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya diukur dari kemenangan di arena pertandingan, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam membangun generasi muda dan memajukan olahraga di daerah asalnya. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah
Disorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MRN Disebut Terkait Perusahaan EPS dan TP2D Kabupaten Bekasi
Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual, Karyawati Kawasan EJIP Cikarang Laporkan Ketua Serikat Pekerja
Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Ketua Serikat Pekerja, Karyawati di Cikarang Minta Perlindungan LPSK
Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cikarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP
Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cingkarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP
‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi
PW ISARAH Sumut Desak Kejelasan Kasus Proyek Lapangan Merdeka Medan, Minta KPK Ambil Alih

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:42

Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:30

Disorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MRN Disebut Terkait Perusahaan EPS dan TP2D Kabupaten Bekasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:07

Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual, Karyawati Kawasan EJIP Cikarang Laporkan Ketua Serikat Pekerja

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:58

Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Ketua Serikat Pekerja, Karyawati di Cikarang Minta Perlindungan LPSK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:49

Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cikarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP

Berita Terbaru