Parah!!! Pembangunan Kopdeskel Merah Putih di Langkat Diduga Curi Tegangan Arus Listrik

Headline94 Dilihat

Langkat – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan (KOPDESKEL) Merah Putih terus digenjot. Di Kabupaten Langkat, setiap desa/keluarahan pun berlomba merampungkan konstruksinya. Ironisnya, dari seluruh proses pengerjaannya, diduga mencuri tegangan arus listrik PLN.

Seperti pembangunan Kopdeskel Desa Baru Pasar VIII, Kecamatan Hinai yang secara terang-terangan mencuri tegangan arus listrik. Dimana, kabel PLN langsung disambungkan dari tiang listrik ke gerai tersebut tanpa adanya KWH meter.

Tak hanya di Desa Baru Pasar VIII, di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Hinai juga menerapkan hal yang sama. Termasuk juga di Kecamatan Stabat, Secanggang dan beberapa kecamatan lainnya.

Transparan dan Akuntabel

“Arus listrik digunakan untuk mesin pemotong besi beripa gerinda tangan dan mesin las listrik. Infrastrukturnya kan sebahagian menggunakan konstruksi baja,” beber warga sekitar yang enggan identitasnya ditulis, Kamis (26/2/2026) sore.

Selain itu, pengerjaan gerai-gerai tersebut juga terkesan tidak profesional. Papan informasi terkait jumlah anggaran, tidak ada terpampang di lokasi proyek. Mengingat, biaya dari pembangunannya bersumber dari APBN yang semestinya dikelola dengan transparan dan akuntabel.

“Namanya menggunakan uang ‘plat merah’ ya harus terbuka lah. Suapya masyarakat juga bisa mengetahui dan mengawasinya. Jangan suka-suka. Inikan seperti cara-cara mafia,” ketus warga dengan nada kesal.

Di areal pembangunan Kopdeskel Desa Baru Pasar VIII, tidak ditemui pengawas proyek. Pekerja konstruksi di sana, mengaku penanggungjawab pekerjaan tersebut sedang tidak berada di lokasi. (Ahmad)

Facebook Comments Box