HUT Langkat ke-275, Pedangang Lokal Diusir dari Alun-alun T Amir Hamzah

- Penulis

Selasa, 14 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Stan di Alun-alun T Amir Hamzah Stabat yang dielola Meri disewakan dengan biaya yang cukup besar.

Stan di Alun-alun T Amir Hamzah Stabat yang dielola Meri disewakan dengan biaya yang cukup besar.

Stabat – Puluhan pedagang di seputaran Kabupaten Langkat merasa kecewa dan kesal. Mereka mengaku diusir dari areal Alun-alun T Amir Hamzah, Senin (13/1/2025) sore, oleh oknum yang mengaku vendor penyedia stan di momen HUT ke-275 Negeri Bertuah Ini. Setiap stannya, dibandrol Rp1,2 juta – Rp2,5 juta untuk disewakan.

Stan di Alun-alun T Amir Hamzah Stabat yang dielola Meri disewakan dengan biaya yang cukup besar.

“Tadi pedagang diusir sama bu Meri rekannya Aron, yang mengaku sebagai vendor pengadaan stan di sini. Pedagang dilarangnya masang tenda dan berjualan di sini,” ketus Alim, pedagang lokal asal Kota Stabat, Senin (13/1/2025) malam.

Tak hanya itu, Meri disebut-sebut memaksa pedagang untuk membongkar tenda yang sudah terpasang. Pendamping UMK Provinsi Sumatera Utara itu, menekankan pedagang untuk tidak berjualan di dekat stan-stan miliknya.

Tak Ada Sosialisasi

Hal itu pun sempat memancing kericuhan para pedagang lokal. Mereka menolak pegiat UMKM dari luar Langkat untuk diprioritaskan berjualan di sana. Karena setiap tahunnya, pedagang dari luar daerah mendominasi berjualan dalam momen HUT Langkat.

Tiap stannya, pedagang dikenakan biaya sewa mulai dari Rp1,2 hingga Rp2,5 juta. Biaya sewa itu, tergantung dari ukuran stan yang akan digunakan para pedagang.

“Kami gak terima kalau lebih banyak pedagang dari luar Langkat yang berjualan di sini. Pihak-pihak terkait pun gak ada sosialisasi dengan pegiat UMKM di Langkat ini untuk bisa memeriahkan HUT kali ini,” tegas Alim.

Saat ditemui, Pendamping UMK Provsu Prikon Meri Erika alias Meri membenarkan hal tersebut. Alasan Meri melarang pedagang mendirikan tenda stan di sana, karena areal untuk pedagang harus sesuai dengan desain tata letak (Layout) dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Langkat.

“Stan yang kami kelola sesuai dengan layout dari dinas dan sudah ada ketentuan harganya. Kami bukan melarang, tapi gak boleh ada stan di luar dari layout yang sudah ditentukan. Tapi kalau pedagang tetap mau berjualan di sana ya terserah,” kilah Meri saat ditemui awak media.

Kesan Tak Baik

Namun sejatinya, hal ini tak patut dijadikan alasan untuk melarang pedagang lokal berjualan di sana. Mengingat, HUT Langkat merupakan pesta rakyat yang semestinya diprioritaskan bagi warga lokal. Bukan malah memberi kesan yang tak baik bagi masyarakat sekitar.

Stan di Alun-alun T Amir Hamzah Stabat yang dielola Meri disewakan dengan biaya yang cukup besar.

Saat disinggung soal alokasi biaya sewa stan, Meri tak bisa menjelaskannya. Mengingat, ada ratusan stan yang mereka kelola dengan beban biaya yang cukup besar.

“Kami pungut biaya ya untuk kami lah selaku vendor di sini. Karena, kami mendirikan stan-stan di sini kan pakai biaya juga. Uang sewanya kami yang kelola,” ketus Meri dengan nada jumawa.

Di sisi lain, setiap momen HUT Negeri Bertuah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat menerima kucuran dana yang fantastis dari APBD. Dana tersebut, sudah termasuk untuk pengadaan sewa stan-stan yang memadati areal Alun-alun T Amir Hamzah Stabat.

Nur Elly Heriani Rambe MM, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat bungkam saat dikonfirmasi terkait hal ini. Hingga berita ini ditayangkan, pesan WhatsApp yang dikirim kepadadanya belum ada balasan. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK
Pasca OTT Bupati Langkat, Tiorita ‘Banjir’ Dukungan dari Netizen
KPK Amankan 7 Orang Terkait OTT Bupati Langkat
Terkait OTT KPK, Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel
Diduga Terkait Fee Proyek, Eks Anggota DPRD Sumut dan Rekanan Asal Langkat Dikabarkan Terjaring OTT KPK
Salut!!! Aset PTPN 1 Regional 1 di Stabat Diduga ‘Disulap’ Mafia Tanah
Terkait Limbah PKS, SATMA Milenial AMPI Langkat Desak Kienerja Kadis LH Dievaluasi
PLN Gerak Cepat Pulihkan 12 Tower Transmisi Listrik Roboh Akibat Cuaca Buruk

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:27 WIB

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:10 WIB

Pasca OTT Bupati Langkat, Tiorita ‘Banjir’ Dukungan dari Netizen

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:36 WIB

Terkait OTT KPK, Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:50 WIB

Diduga Terkait Fee Proyek, Eks Anggota DPRD Sumut dan Rekanan Asal Langkat Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:58 WIB

Salut!!! Aset PTPN 1 Regional 1 di Stabat Diduga ‘Disulap’ Mafia Tanah

Berita Terbaru

Karangan bunga di depan Kantor Bupati Langkat dari elemen masyarakat yang mengucapkan terima kasih kepada KPK.

Headline

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK

Sabtu, 4 Jul 2026 - 23:27 WIB

error: