Lapas Perempuan Bandung Menjadi Laboratorium Praktik Mahasiswa STIKes Budi Luhur Cimahi

Sabtu, 26 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam bidang kesehatan.

Pada Sabtu, 26 April 2025, sebanyak 34 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Ners STIKes Budi Luhur Cimahi (kelas Bayu Asih) melakukan kunjungan lapangan ke Lapas Perempuan Bandung sebagai bagian dari Praktik Mata Kuliah Keperawatan Berisiko Tinggi.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman nyata, di mana Lapas Perempuan Bandung berperan sebagai laboratorium praktik lapangan bagi para calon perawat.

Pada kesempatan kali ini, mahasiswa mendapat materi terkait aspek psikoreligius dalam keperawatan—sebuah pendekatan penting dalam merawat pasien dengan kondisi risiko tinggi, khususnya dalam konteks psikososial dan spiritual.

Kepala Lapas Perempuan Bandung, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STIKes Budi Luhur Cimahi.

Ia juga berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan praktik keperawatan, maupun bagi warga binaan yang dapat merasakan dampak positif dari interaksi edukatif ini.

“Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tapi juga ruang belajar bersama. Hari ini, mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana pendekatan psikoreligius diaplikasikan dalam setting yang penuh tantangan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Mahasiswa mengikuti sesi observasi dan interaksi yang difasilitasi oleh petugas serta tenaga medis lapas, sambil tetap menjunjung tinggi etika dan protokol yang berlaku.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara Lapas Perempuan Bandung dan institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan empati tinggi.(AVID/rel)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pengadaan Kitab Dinas Dayah Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah, Pasca Pemulihan Bencana Banda Aceh
GEMARI-Jakarta Minta Anton Yan dan Nofil Anoverta Diperiksa Terkait PT APSL
Sekretariat DPRD Medan Jelaskan Status Tiga Mobil Dinas Tertimpa Pohon di Kediaman Ketua DPRD
ISARAH Medan Sinergi Jaga Kamtibmas Dengan Polrestabes Medan
Gerakan Pemuda Alwashliyah Ajak Generasi Muda Mengawal NKRI Lewat Doa dan Shalawat
PDIP Somasi KWP Soal Tuduhan ‘Gerombolan Sirkus’, Buntut Rapat Komisi II Dipimpin Sufmi Dasco Ahmad
Putusan Banding Kasus PET Tuai Polemik, JAGA MARWAH Minta MA Periksa Peran Bakrie Group
Rendi Siagian Percayakan Kepemimpinan DPD Pemuda Karya Nasional Kota Medan kepada Josef Sembiring

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:19

Pengadaan Kitab Dinas Dayah Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah, Pasca Pemulihan Bencana Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 20:02

GEMARI-Jakarta Minta Anton Yan dan Nofil Anoverta Diperiksa Terkait PT APSL

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:58

Sekretariat DPRD Medan Jelaskan Status Tiga Mobil Dinas Tertimpa Pohon di Kediaman Ketua DPRD

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:34

ISARAH Medan Sinergi Jaga Kamtibmas Dengan Polrestabes Medan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:23

Gerakan Pemuda Alwashliyah Ajak Generasi Muda Mengawal NKRI Lewat Doa dan Shalawat

Berita Terbaru