Parah!!! Pengelola Warkop Agam Stabat Tak Bayar Upah Pekerja

- Penulis

Sabtu, 30 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warkop Agam Stabat di Jl Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Langkat.

Warkop Agam Stabat di Jl Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Langkat.

Stabat – Budi Dermawan (48) merasa kesal dengan pengelola Warkop Agam Stabat. Bagaimana tidak, warga Banda Aceh ini mengaku diperlakukan tak semena-mena oleh Hamdani (41), oknum yang mengendalikan warkop itu. Budi terpaksa menjual gadgetnya senilai Rp1,5 juta, karena tak diberi upah dari Hamdani.

“Aku ini orang tua, bukan anak-anak lagi. Apa yang disuruhnya ku kerjakan. Bahkan sampe malam pun aku disuruhnya kerja. Kecuali gak ada aku disuruhnya ngerjakan apa pun di sana, ya gak ku harap upah dari dia,” ketus Budi, Sabtu (30/11/2024) siang dengan nada kesal.

Budi Dermawan yang tak diberi upah kerja oleh Hamdani.

Tak hanya itu, Hamdani juga kerap mengeluarkan kata-kata kasar bak seorang diktator. Warga Medan Amplas itu juga tak kenal waktu untuk menyuruh Budi mengerjakan sesuatu.

Mata Budi bahkan pernah bengkak, karena disuruh Hamdani mengelas konstruksi besi di warkop yang terletak di Jl Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Langkat tersebut. Tak ada biaya perobatan yang diberikan Hamdani, atas cedera pada mata orang yang disuruhnya bekerja. Budi dibiarkan begitu saja tanpa perawatan medis.

Beberapa hari bekerja serabutan di wakop itu, Budi pun merasa jenuh. Iya merasa, apa yang diperintahkan Hamdani kepadanya terkesan tak masuk akal. Pria paruh baya ini pun berinisiatif untuk pamit diri dari sana.

“Karena dah gak tahan kali, ku serahkanlah HP (Gadget) merek Samsung punyaku sama si Hamdani. Dihargainya Rp1,5 juta dan saat itu baru aja ku beli Rp2 juta lebih. Uangnya aku butuhkan untuk mengirimi anakku. Kalau upah kerjaku beberapa hari di sana, gak ada penjelasannya sama sekali,” ujar pria berambut plontos ini.

Hingga berita ini diterbitkan, Hamdani belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut. Ia terkesan bungkam saat dikonfirmasi awak media. Pesan yang dikirim ke nomor 08132761xxx3 WhatsAppnya, belum dibalas yang bersangkutan. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dipastikan Kepung Istana & Demo Kedubes Jepang, Abdul Bais: FSPGI Keluarkan 4 Ultimatum untuk Epson, Ancam Boikot Produk di Indonesia‎‎
FSPGI Ultimatum Epson, Ancam Demo hingga Boikot Produk. Abdul Bais: Kapolri Harus Turun Tangan, Copot Kapolda Metro Jaya
Dugaan Union Busting dan Masalah PKWT PT Epson, SPGI Kembali Desak Kemenaker Bertindak
62 Atlet DSILS Terima Apresiasi, Daffa Raih MVP di Kejuaraan MIS Open 2026
Hadiri Wisuda UMSU, Kapolda Sumut: Mari Jaga Semangat Nasionalisme
Jelang Demo 29 Oktober, SPGI Desak Menaker Tuntaskan Kasus Ketenagakerjaan PT Epson
Dugaan Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa, Eks Karyawati Epson Desak Polda Metro Jaya Usut Tuntas
Bersama Masyarakat, Polsek Kuala Laksanakan Program Green Policing

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:59 WIB

Dipastikan Kepung Istana & Demo Kedubes Jepang, Abdul Bais: FSPGI Keluarkan 4 Ultimatum untuk Epson, Ancam Boikot Produk di Indonesia‎‎

Selasa, 3 November 2026 - 16:47 WIB

FSPGI Ultimatum Epson, Ancam Demo hingga Boikot Produk. Abdul Bais: Kapolri Harus Turun Tangan, Copot Kapolda Metro Jaya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:10 WIB

62 Atlet DSILS Terima Apresiasi, Daffa Raih MVP di Kejuaraan MIS Open 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Hadiri Wisuda UMSU, Kapolda Sumut: Mari Jaga Semangat Nasionalisme

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Jelang Demo 29 Oktober, SPGI Desak Menaker Tuntaskan Kasus Ketenagakerjaan PT Epson

TERKINI