Salut!!! Aset PTPN 1 Regional 1 di Stabat Diduga ‘Disulap’ Mafia Tanah

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah eks staf PTPN 1 Regional 1 yang dialihfungsikan mafia tanah.

Rumah eks staf PTPN 1 Regional 1 yang dialihfungsikan mafia tanah.

Stabat – Aset PTPN 1 Regional 1 di Simpang Bambuan, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat kini beralihfungsi. Bangunan eks rumah pejabat perkebunan itu, diduga ‘disulap’ mafia tanah menjadi tempat kuliner.

Hal itu seperti yang disampaikan warga sekitar kepada awak media. Di mana, oknum berinisial Her akan menyulap aset BUMN tersebut menjadi cafe.

“Infonya, ‘tukar guling’ dengan eks staf PTPN 1 Regional 1 sebagai penghuni rumah. Sudah mulai dibersihkan dan ada pekerja konstruksi. Mau dibuat cafe,” beber narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (13/6/2026) pagi.

Narasumber menambahkan, tak hanya sebagai rumah staf PTPN 1 Regional 1, bangunan tersebut juga sebagai peninggalan Belanda. Artinya, tempat tinggal itu juga merupakan sebagai bukti sejarah bahwa negara asing pernah berdiam di Kota Stabat.

Bukti Sejarah

“Itu bangunan Belanda. Semetinya dijaga dan dirawat bersama sebagai bukti sejarah. Bukan malah dialihfungsikan atau diperjualbelikan seenaknya saja,” ketus narasumber.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak yang bersangkutan terkait hal tersebut. Belum ada jawaban atas konfiormasi awak media kepada Kasubbag Humas PTPN 1 Regional 1 Rahmad Kurniawan.

Diinformasikan, bangunan di areal eks HGU PTPN 1 Regional 1 secara umum tercatat sebagai aset tetap milik perusahaan. Aset tetap perusahaan bagian dari BUMN ini mencakup berbagai jenis properti, seperti bangunan rumah dinas karyawan, serta pabrik dan mesin.

Termasuk tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) yang telah habis masa berlakunya, tidak dapat sekenanya dialihkan atau diperjualbelikan. Karena, statusnya akan secara otomatis kembali menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

Pada Pasal 28 huruf a PP Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanh dengan tegas melarang hal tersebut. Di mana, pemegang HGU dilarang menyerahkan pemanfaatan tanah HGU kepada pihak lain (mengalihkannya).

Termasuk juga pada Pasal 33 ayat (3) menyatakan bahwa, setelah masa HGU berakhir, tanahnya kembali menjadi Tanah yang Dikuasai Langsung oleh Negara. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gawat!!! Oknum Karyawan PTPN I Regional I Diduga ‘Sulap’ Lahan HGU Jadi Milik Pribadi
Didatangi Sekelompok Massa, KTN Bina Mangrove Desak Aparat Bertindak
Eks Kadisdik Langkat Disebut Terima ‘Pelicin’ Proyek Ratusan Juta Rupiah
Enam Tahun Jadi Mitra BKSDA, Kinerja KTH di Kawasan SM KGLTL Dipertanyakan
Resahkan Masyarakat, Kapolres Langkat Didesak Berangus Barak Narkoba di Wampu
Tercebur ke Sungai Batang Serangan, Tiga Penumpang Mobil Avanza Tewas
Parah!!! Vendor Alat Berat Mengaku Diperas Kasat Reskrim Polres Langkat Rp100 Juta
Soal Video Viral Setoran Sabu ke Oknum Polisi, Kapolres Langkat : Itu Video Lama

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Gawat!!! Oknum Karyawan PTPN I Regional I Diduga ‘Sulap’ Lahan HGU Jadi Milik Pribadi

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Didatangi Sekelompok Massa, KTN Bina Mangrove Desak Aparat Bertindak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Eks Kadisdik Langkat Disebut Terima ‘Pelicin’ Proyek Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

Enam Tahun Jadi Mitra BKSDA, Kinerja KTH di Kawasan SM KGLTL Dipertanyakan

Senin, 28 September 2026 - 11:16 WIB

Resahkan Masyarakat, Kapolres Langkat Didesak Berangus Barak Narkoba di Wampu

TERKINI