GARANSI dan AMPUH Laporkan Wesly Silalahi ke KPK, Terkait Tiga Kasus Korupsi di Pematangsiantar

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dugaan kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar kembali menjadi sorotan publik. Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (DPP GARANSI) dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (AMPPUH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kamis (4/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak KPK untuk segera menindaklanjuti sejumlah laporan dugaan penyimpangan yang sebelumnya telah disampaikan kepada lembaga antirasuah tersebut.

Para peserta aksi membawa spanduk dan baliho berisi tuntutan agar KPK melakukan penyelidikan terhadap berbagai dugaan kasus yang disebut terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Soroti Dugaan Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19

Ketua Umum DPP GARANSI, Sukri Soleh Sitorus, mengatakan salah satu kasus yang menjadi perhatian pihaknya adalah dugaan penyimpangan dalam proses pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah.

Menurutnya, KPK perlu melakukan audit investigatif terhadap seluruh tahapan pengadaan aset tersebut, mulai dari proses penilaian, pembayaran, hingga pengalihan hak kepemilikan.

“Kami meminta KPK melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proses pembelian aset eks Rumah Singgah Covid-19 untuk memastikan ada atau tidaknya potensi kerugian negara,” ujar Sukri dalam orasinya.

Dua Dugaan Kasus Lain Ikut Dilaporkan

Selain kasus eks Rumah Singgah Covid-19, koalisi GARANSI dan AMPPUH juga menyampaikan laporan terkait dua dugaan kasus lainnya.

Pertama, dugaan pengaturan proyek pemerintah yang disebut melibatkan proses pelelangan dan pelaksanaan sejumlah proyek di lingkungan Pemko Pematangsiantar.

Kedua, dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Uli Kota Pematangsiantar Tahun Buku 2024 yang menurut mereka perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum.

“Kami berharap seluruh laporan yang telah kami sampaikan dapat ditindaklanjuti secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Sukri.

Desak KPK Tindak Lanjuti Laporan

Dalam aksi tersebut, massa meminta KPK untuk melakukan telaah dan penyelidikan terhadap seluruh laporan yang telah disampaikan, termasuk memeriksa pihak-pihak yang dianggap mengetahui atau terlibat dalam dugaan kasus tersebut.

Mereka juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan laporan hingga terdapat kepastian hukum dari lembaga berwenang.

Aksi yang berlangsung di depan Gedung KPK tersebut berjalan tertib dan mendapat pengawalan aparat keamanan. Para peserta berharap KPK dapat menindaklanjuti setiap laporan dugaan tindak pidana korupsi secara objektif, profesional, dan sesuai dengan prinsip penegakan hukum yang berlaku. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bersama Masyarakat, Polsek Kuala Laksanakan Program Green Policing
Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah
Disorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MRN Disebut Terkait Perusahaan EPS dan TP2D Kabupaten Bekasi
Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual, Karyawati Kawasan EJIP Cikarang Laporkan Ketua Serikat Pekerja
Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Ketua Serikat Pekerja, Karyawati di Cikarang Minta Perlindungan LPSK
Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cikarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP
Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cingkarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP
‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Bersama Masyarakat, Polsek Kuala Laksanakan Program Green Policing

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Disorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MRN Disebut Terkait Perusahaan EPS dan TP2D Kabupaten Bekasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual, Karyawati Kawasan EJIP Cikarang Laporkan Ketua Serikat Pekerja

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cikarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP

TERKINI

Rumah warga di Dusun II, Desa Pamah Tambunan, Kecamatan Salapian yang ludes terbakar.

Peristiwa

Diduga Karena Lilin, Tiga Rumah Warga Salapian Ludes Terbakar

Sabtu, 24 Okt 2026 - 11:54 WIB