Polisi Salah Tangkap dan Tak Profesional, Pimpinan DPRD Sumut: Propam Harus Proses Anggota Bermasalah

Kamis, 16 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kadivpropam Polri Irjen Pol Abdul Karim SIK MSi

Kadivpropam Polri Irjen Pol Abdul Karim SIK MSi

Medan – Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar ST jadi korban salah tangkap terduga pelaku judi online (judol), Rabu (15/10/2025) malam. Ia, dipaksa turun dari Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 193 yang ditumpanginya oleh sekelompok oknum polisi dari Polrestabes Medan.

Ketua Umum Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) ini sempat diperiksa sementara di dalam kabin pesawat. Padahal, saat itu pesawat akan segera lepas landas dengan rute penerbangan Kualanamu-Soekarno Hatta.

Terkait hal ini, Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony pun mengecam hal tersebut. Ia menilai, oknum polisi yang melakukan aksi itu tidak profesional. Sehingga menimbulkan kerugian bagi warga negara yang tak bersalah.

“Oknum Polisi yang terlibat itu tidak profesional. Mereka harus memberikan klarifikasi dan minta maaf secara terbuka. Polri harus meluruskan maslah ini, karena Ketum KOMBAT pak Iskandar ST jadi korban salah tangkap,” tegas Ketua DPW KOMBAT Sumut ini, Kamis (16/10/2025) sore.

Salah Tangkap

Semestinya, lanjut Ricky, polisi melakukan penyelidikan dengan profesional sebelum melakukan penangkapan. Sehingga, tidak ada korban salah tangkap dan tidak merugikan orang lain.

“Nangkap orang di tempat umum jangan seperti cara-cara preman. Infonya, penerbangan saat itu pun sampai delay (terlambat) karena ulah mereka (oknum polisi). Ini harus ditindaklanjuti oleh Institusi Polri,” ketus politisi yang biasa disapa RA ini.

Sementara, Iskandar ST membenarkan hal tersebut. Ia sempat diamankan sementara di dalam pesawat. Jadwal penerbangan pukul 19.25 pun tertunda alias delay. Padahal, semua penumpang sudah berada di dalam pesawat.

“Penumpang sudah di dalam pesawat dan sudah siap lepas landas. Tiba-tiba datang sejumlah polisi berpakaian preman bersama Avsec Bandara Kualanamu dan kru pesawat. Mereka (polisi) mau nangkap pelaku judi online,” beber Iskandar.

Tidak Profesional

Kebetulan, kata Iskandar, nama target polisi tersebut sama seperti namanya. Jadi, gerombolan polisi itu diduga kuat telah melakukan salah tangkap. Kesannya, personel aparat keaman tersebut tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Setelah menyadari perbuatannya salah, beberapa orang oknum polisi langsung bergegas pergi. Bahkan, oknum yang berpakaian preman tak ada yang mengaku sebagai polisi. Mirisnya, gerombolan yang sudah buat riuh di dalam kabin pesawat itu sudah pun mengantongi surat penangkapan. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Didatangi Sekelompok Massa, KTN Bina Mangrove Desak Aparat Bertindak
Eks Kadisdik Langkat Disebut Terima ‘Pelicin’ Proyek Ratusan Juta Rupiah
Enam Tahun Jadi Mitra BKSDA, Kinerja KTH di Kawasan SM KGLTL Dipertanyakan
Resahkan Masyarakat, Kapolres Langkat Didesak Berangus Barak Narkoba di Wampu
Tercebur ke Sungai Batang Serangan, Tiga Penumpang Mobil Avanza Tewas
Parah!!! Vendor Alat Berat Mengaku Diperas Kasat Reskrim Polres Langkat Rp100 Juta
Soal Video Viral Setoran Sabu ke Oknum Polisi, Kapolres Langkat : Itu Video Lama
Tersangka KDRT Belum Ditahan, Warga Secanggang Kecewa

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:34

Eks Kadisdik Langkat Disebut Terima ‘Pelicin’ Proyek Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 29 September 2026 - 17:47

Enam Tahun Jadi Mitra BKSDA, Kinerja KTH di Kawasan SM KGLTL Dipertanyakan

Senin, 28 September 2026 - 11:16

Resahkan Masyarakat, Kapolres Langkat Didesak Berangus Barak Narkoba di Wampu

Minggu, 20 September 2026 - 09:24

Tercebur ke Sungai Batang Serangan, Tiga Penumpang Mobil Avanza Tewas

Selasa, 15 September 2026 - 17:25

Parah!!! Vendor Alat Berat Mengaku Diperas Kasat Reskrim Polres Langkat Rp100 Juta

Berita Terbaru