Dugaan Pungli di Samsat Medan Utara, Bapenda Sumut Buka Suara

Jumat, 22 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pengurusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB-I) kendaraan baru di Samsat Medan Utara menjadi perhatian publik. Menanggapi isu tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Utara menegaskan seluruh pelayanan administrasi kendaraan harus bebas dari pungutan tambahan di luar ketentuan resmi.

Kepala Bapenda Sumut, Sutan Tolang Lubis, menekankan bahwa proses pengurusan BBNKB-I kendaraan baru di UPTD Pependa Medan Utara tidak boleh disertai biaya tambahan maupun pungutan tidak resmi.

Penegasan itu disampaikan menyusul ramainya pembahasan dugaan pungli di lingkungan Samsat Medan Utara dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, Kepala UPTD Pependa Medan Utara, Muhammad Ainul Hafis, memastikan pihaknya memberikan formulir secara gratis dan tidak memungut biaya percepatan pelayanan kepada masyarakat.

“UPTD Pependa Medan Utara hanya menerima kelengkapan berkas yang telah melalui proses Electronic Registration Identification (ERI) atau sudah terdaftar di bagian pendaftaran BPKB Ditlantas Polda Sumut,” ujar Hafis dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, proses input data kendaraan baru ke aplikasi i-Samsat berlangsung cepat dan efisien. Setelah data dimasukkan ke sistem, pemilik kendaraan langsung melakukan pembayaran melalui loket Bank Sumut yang tersedia di UPTD Pependa Medan Utara.

Menurut Hafis, bukti pelunasan pembayaran akan tercetak otomatis melalui sistem setelah transaksi berhasil dilakukan. Sedangkan proses pencetakan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) menjadi kewenangan Ditlantas Polda Sumut.

“Tidak ada biaya tambahan untuk formulir maupun percepatan pelayanan pada proses BBNKB-I kendaraan baru di UPTD Pependa Medan Utara,” tegasnya.

Pengurusan Plat BB Tidak Bisa Langsung di Samsat Medan Utara

Selain isu dugaan pungli, UPTD Pependa Medan Utara juga menanggapi informasi yang beredar terkait pengurusan BBNKB kendaraan berpelat nomor BB di wilayah Samsat Medan Utara.

Hafis membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan kendaraan dengan pelat nomor BB tidak dapat langsung diproses di wilayah pelayanan UPTD Pependa Medan Utara karena berada di luar cakupan kerja Samsat Medan Utara.

“Plat BB merupakan wilayah pelayanan beberapa kabupaten dan kota di kawasan Tapanuli dan Kepulauan Nias, sehingga tidak bisa langsung diproses di Medan Utara,” jelasnya.

Ia menambahkan, kendaraan berpelat BB baru dapat diproses di Medan Utara setelah melalui proses mutasi dari daerah asal dan berubah menjadi pelat BK.

Bapenda Sumut Optimalkan Pajak Kendaraan Melalui Program GPP

Di sisi lain, UPTD Pependa Medan Utara juga terus melakukan optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui program Gerbang Patuh Pajak (GPP).

Program tersebut dijalankan melalui pendataan kendaraan milik pelaku usaha menggunakan layanan Samsat Gerai dan Bus Samsat Keliling di kawasan Medan Utara sejak Februari 2026.

Selama 70 hari kerja, petugas telah mendata sebanyak 3.521 pelaku usaha serta 2.800 kendaraan bermotor yang terdiri dari 530 kendaraan roda empat dan 2.270 kendaraan roda dua.

Melalui program Gerbang Patuh Pajak, masyarakat juga mendapatkan edukasi dan informasi terkait pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah
Disorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MRN Disebut Terkait Perusahaan EPS dan TP2D Kabupaten Bekasi
Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual, Karyawati Kawasan EJIP Cikarang Laporkan Ketua Serikat Pekerja
Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Ketua Serikat Pekerja, Karyawati di Cikarang Minta Perlindungan LPSK
Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cikarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP
Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cingkarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP
‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi
PW ISARAH Sumut Desak Kejelasan Kasus Proyek Lapangan Merdeka Medan, Minta KPK Ambil Alih

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:42

Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:30

Disorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MRN Disebut Terkait Perusahaan EPS dan TP2D Kabupaten Bekasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:07

Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual, Karyawati Kawasan EJIP Cikarang Laporkan Ketua Serikat Pekerja

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:58

Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Ketua Serikat Pekerja, Karyawati di Cikarang Minta Perlindungan LPSK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:49

Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cikarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP

Berita Terbaru