Miris!!! Agen Padi Beli Gabah Petani di Langkat Tak Sesuai Inpres

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Areal sawah padi milik Anto usai panen.

Areal sawah padi milik Anto usai panen.

Langkat – Petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat merasa kecewa. Gabah yang semestinya mereka jual Rp6.500 per kilogram, malah dibandrol Rp6.300 per kilogrammnya oleh agen padi bernama Joko.

 

“Semalam saya panen padi dengan hasil 1,6 ton dari lahan seluas 11 rante. Gal ada pengawalan Babinsa. Dibeli sama agen bernama Joko seharga Rp6.300 per kilogrammnya. Tadi saya ambil uangnya langsung ke rumahnya,” tutur petani bernama Anto (63), Kamis (8/5/2025) siang.

 

Setelah mengetahui harga gabah kering panen dengan segala kualitas seharga Rp6.500 per kilogramnya, Anto pun merasa kesal. Ia dan petani lain di sana merasa dirugikan. Terlebih, kuantitas panen mereka kali ini menurun karena serangan hama.

Gabah ketan milik Anto yang sedang dijemur.

Program Asta Cita Presdiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan petani maasih saja diselewangkan. Anto dan pejuang swasembada pangan lainnya di sana, menganggap program mulia ini hanya sebatas hisapan jempol belaka.

 

Tanpa Pengawalan Babinsa

“Bisanya panen bisa dapat 44 goni gabah. Ini karena diserang hama wereng dan tikus, hasilnya turun menjadi 22 goni. Gabah gak saya jual semua. Ada 400 kilogram saya simpan di rumah untuk kebutuhan beras keluarga,” ujar Anto.

 

Praktik yang dilakoni Joko ini, justru terkesan mengangkangi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.

 

Dalam Inpres ini, selain harga gabah yang sudah ditetapkan pemerintah, proses pembeliannya juga harus diawasi. Semestinya, Babinsa di wilayah tugas masing-masing melakukan pengawalan penyerapan gabah kering panen terebut.

 

Sistem pembayarannya pun juga sudah diatur. Transaksinya bukan antara petani dan agen langsung. Tapi pembayarannya melalui rekening kelompok tani maasing-masing. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK
Pasca OTT Bupati Langkat, Tiorita ‘Banjir’ Dukungan dari Netizen
KPK Amankan 7 Orang Terkait OTT Bupati Langkat
Terkait OTT KPK, Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel
Diduga Terkait Fee Proyek, Eks Anggota DPRD Sumut dan Rekanan Asal Langkat Dikabarkan Terjaring OTT KPK
Salut!!! Aset PTPN 1 Regional 1 di Stabat Diduga ‘Disulap’ Mafia Tanah
Terkait Limbah PKS, SATMA Milenial AMPI Langkat Desak Kienerja Kadis LH Dievaluasi
PLN Gerak Cepat Pulihkan 12 Tower Transmisi Listrik Roboh Akibat Cuaca Buruk

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:27 WIB

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:10 WIB

Pasca OTT Bupati Langkat, Tiorita ‘Banjir’ Dukungan dari Netizen

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:36 WIB

Terkait OTT KPK, Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:50 WIB

Diduga Terkait Fee Proyek, Eks Anggota DPRD Sumut dan Rekanan Asal Langkat Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:58 WIB

Salut!!! Aset PTPN 1 Regional 1 di Stabat Diduga ‘Disulap’ Mafia Tanah

Berita Terbaru

Karangan bunga di depan Kantor Bupati Langkat dari elemen masyarakat yang mengucapkan terima kasih kepada KPK.

Headline

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK

Sabtu, 4 Jul 2026 - 23:27 WIB

error: