Karya Suvenir Warga Binaan Rutan Perempuan Medan, Boneka “My Lala” Lahir dari Kerinduan Seorang Ibu

Jumat, 10 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Medan —
Kreativitas warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Medan kembali menunjukkan hasil membanggakan melalui lahirnya karya suvenir unik berupa boneka bernama “My Lala”, yang kini telah resmi didaftarkan hak ciptanya sebagai produk karya warga binaan hasil program pembinaan kemandirian.

Boneka My Lala memiliki kisah menyentuh di balik proses pembuatannya. Karya tersebut diciptakan oleh seorang warga binaan yang melahirkan anaknya saat menjalani masa pidana.

Namun, karena kondisi kesehatan sang bayi saat itu membutuhkan perawatan khusus di luar rutan, anak tersebut akhirnya dititipkan kepada keluarga, tepatnya kepada orang tua atau mertuanya.

Situasi tersebut membuat sang ibu tidak dapat merawat maupun bertemu langsung dengan buah hatinya setiap hari.

Kerinduan mendalam sebagai seorang ibu menjadi sumber inspirasi lahirnya boneka My Lala.

Untuk mengobati rasa rindu terhadap anaknya, warga binaan tersebut kemudian menciptakan boneka dengan karakter yang menyerupai bayinya.

Boneka itu menjadi simbol kasih sayang, harapan, serta ikatan emosional antara ibu dan anak yang terpisah oleh keadaan.

Nama “My Lala” pun dipilih sebagai identitas khusus sekaligus ikon karya personal yang sarat makna.

Melalui pendampingan petugas pembinaan Rutan Perempuan Kelas IIA Medan, karya tersebut berkembang menjadi produk suvenir bernilai ekonomi dan edukatif.

Tidak hanya sebagai media terapi emosional bagi warga binaan, boneka Mailala juga menjadi bukti bahwa proses pembinaan di pemasyarakatan mampu menggali potensi, kreativitas, serta membangun kembali kepercayaan diri warga binaan.

Saat ini, produk tersebut telah didaftarkan hak cipta sebagai bentuk perlindungan karya intelektual sekaligus apresiasi terhadap kreativitas warga binaan.

Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Medan Rahayu Setyoreni yang ditemui wartawan di sela Kegiatan Bazar Produk Hasil Karya Warga Binaan di halaman Kanwil Ditjenpas Sumut, Jumat (10/04), menyampaikan bahwa kisah di balik boneka My Lala menjadi gambaran nyata pendekatan pemasyarakatan yang humanis, yakni membina warga binaan agar tetap produktif, kreatif, dan memiliki harapan masa depan.

Program pembinaan kemandirian melalui karya suvenir diharapkan mampu menjadi bekal reintegrasi sosial ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa di balik tembok rutan, selalu ada ruang bagi perubahan dan harapan baru.(AVID)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aminullah Siagian Tantang Hotman Paris Tunjukkan Dasar Hukum Tersangka Jaksa Harus Izin Presiden
Relawan dan Mahasiswa Antusias Menanti Bobby Nasution di Nias
Perjalanan Inspiratif Jeka Saragih, dari UFC Kini Bangun Mimpi Atlet Simalungun
JAGA MARWAH: Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI
Arif Tanjung Dukung Percepatan Perbaikan Jalan dan Normalisasi Drainase di Medan
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Hanya Paviliun Pemko Medan yang Tutup Saat Pembukaan PRSU!
GAMKI Apresiasi Gerak Cepat Gubsu Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut Lewat Extra Flight

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:01

Aminullah Siagian Tantang Hotman Paris Tunjukkan Dasar Hukum Tersangka Jaksa Harus Izin Presiden

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:02

Relawan dan Mahasiswa Antusias Menanti Bobby Nasution di Nias

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:37

JAGA MARWAH: Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI

Senin, 6 Juli 2026 - 21:36

Arif Tanjung Dukung Percepatan Perbaikan Jalan dan Normalisasi Drainase di Medan

Senin, 6 Juli 2026 - 21:24

SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat

Berita Terbaru