Sosilaisasi TPKS, Komas Perempuan: Delik Aduan Tidak Berlaku bagi Korban Disabilitas dan Anak

Selasa, 17 Desember 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ASB menggelar disemasi publik terkaut UU TPKS di DInas PPKB dan PPA Langkat.

ASB menggelar disemasi publik terkaut UU TPKS di DInas PPKB dan PPA Langkat.

Langkat – Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) diharapkan segera menerapkan Perpres Nomor 55 Tahun 2024 terkait Undang-undanh Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Seperti sosialisasi yang disampaikan Aliansi Sumut Bersatu (ASB), di Dinas PPKB dan PPA Langkat, Selasa (17/12/2024) pagi.

“Kami melaksanakan diseminasi publik tekait policy brief, dimana pada Bulan September-Oktober 2024 kemarin, ASB melakukan penelitian terkait urgensi penyesuaian UPTD PPA di Kabupaten Langkat yang di Oktober 2023 dibentuk berdasarkan Permen nomor 4 tahun 2018,” ujar Direktur ASB Ferry Wira Padang.

ASB menggelar disemasi publik terkaut UU TPKS di DInas PPKB dan PPA Langkat.

Wanita ramah ini menambahkan, di Indonesia sudah ada UU TPKS yang merupakan salah satu turunan dari Perpres Nomor 55 Tahun 2024 terkait pembentukan UPTD PPA. Dua kebijakan tersebut, terdapat perbedaan.

Revisi Perbub

Dimana, pada Permen Nomor 4 memberikan 6 mandat tupoksi bagi UPTD PPA. Sementara, pada Perpres Nomor 55 ada 11 tupoksi. Artinya, Perpres tersebut lebih menjamin layanan yang UPTD. Sehingga, dapat mengakomodir TPKS lebih komplek lagi. Baik untuk pemulihan, perlindungan, dan penanganan kasus terhadap kekerasan perempuan dan anak.

Bagi ASB sendiri, mendorong UPTD PPA khususnya di Langkat untuk melakukan penyesuaian merupakan hal yang penting. Terutama pada Bagian Hukum Pemkab Langkat, untuk melakukan revisi terhadap Perbub Tahun 2023 agar disesuaikan dengan kebutuhan mandat Perpres Nomor 55 tersebut.

Dari catatan ASB, sejak UU TPKS digunakan dalam menindak kasus kekerasan di Langkat, belum semuanya menggunakan undang-undang tersebut.

“Belum familiar, ketika misalnya ada kasus kekerasan seksual otomatis menggunakan UU TPKS, belum maksimal lah ya. Sementara, sejak Januari-Juni 2024, kasus TPKS sebanyak 49 kasus. Bahkan, tiap hari masih banyak kasus kekerasan seksual,” Tutur Wira.

Terobosan UU TPKS

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Veryanto Sihotang menerangkan, salah satu terobosan dalam UU TPKS adalah dalam penyelesaian perkara tindakan kekerasan seksual.

“Aparat Penegak Hukum (APH) harus merujuk ke UU TPKS ini untuk seluruh aspek pelindungan, penanganan, pemulihan korban dan hukum acara pidananya,” ujar Veryanto Sihotang.

Kemudian, tentang delik yang digunakan untuk pelecehan seksual fisik dan pelecehan seksual non-fisik, merupakan delik aduan yaitu hanya bisa diproses apabila ada pengaduan atau laporan dari korban.

“Namun, bagi korban TPKS penyandang disabilitas atau anak, aturan delik aduan ini tidak berlaku. Artinya, perkaranya dapat diproses lebih lanjut oleh pihak berwenang tanpa perlu adanya persetujuan dari korban atau pihak yang dirugikan,” tegas Very. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Korban Investasi Bodong, Warga Tanjung Pura Rugi Rp600 Juta
Pembunuh Sopir Taksi Online di Hamparan Perak Diciduk Tim Jatanras Polda Sumut, Kaki Ditembak
Ratusan Siswa di Karo Diduga Keracunan MBG, Mulut Gatal dan Sesak
Miris!!! Gaji Puluhan Relawan SPPG Pantai Gemi 5 Hari Tak Dibayar
Direktur RSU Tanjung Selamat Bungkam Soal Hak PKWT
Perkebunan Sawit di Kawasan Konservasi, BKSDA: Itu Ilegal
Heboh!!! Siswa SMP Muhammadiyah Stabat Temukan Salak Berulat di Menu MBG
Gawat!!! Ratusan Hektar Kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut Disulap Jadi Kebun Sawit

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:05

Korban Investasi Bodong, Warga Tanjung Pura Rugi Rp600 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:31

Ratusan Siswa di Karo Diduga Keracunan MBG, Mulut Gatal dan Sesak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:36

Miris!!! Gaji Puluhan Relawan SPPG Pantai Gemi 5 Hari Tak Dibayar

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:19

Direktur RSU Tanjung Selamat Bungkam Soal Hak PKWT

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:46

Perkebunan Sawit di Kawasan Konservasi, BKSDA: Itu Ilegal

Berita Terbaru