Pengerjaan Proyek Hotmix Rp199 Juta di Babalan Dinilai Asal Jadi

- Penulis

Jumat, 29 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek hotmix di Gg Salmah, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Langkat, yang diduga dikerjakan asal jadi.

Proyek hotmix di Gg Salmah, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Langkat, yang diduga dikerjakan asal jadi.

Babalan – Proyek hotmix senilai Rp199 juta di Gg Salmah, Kelurahan pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Langkat, diduga dikerjakan asal jadi. Sejak dikerjakan pada medio Desember 2023 lalu hingga proyek selesai, plank informasi terkait pengerjaan infrastruktur tersebut tidak dipampangkan.

Proyek hotmix di Gg Salmah, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Langkat, yang diduga dikerjakan asal jadi.

Tak hanya itu, warga juga menyayangkan kualitas pengerjaan yang dilaksanakan oleh PT TKN secara penunjukan langsung tersebut. Dimana, pelaksanaannya diduga tidak seusuai dengan spek mutu sebagaimana mestinya.

“Selain tidak ada plank proyek, pengerjaannya juga dilakukan nyaris secara manual. Sementara pada dokumen yang kami ketahui, rekanan wajib menggunakan motor grader, tandem roller, kompresor, vibro roller dan aspas finisher,” kata Bambang, warga di lingkungan tersebut, Jum’at (29/12/2023) sore.

Degan tidak dilengkapinya alat tersebut, kata Bambang, mengakibatkan proyek yang pada LPSE Langkat itu berjudul pengerjaan hotmix, hasilnya malah seperti lapen. Tebal hotmix tersebut pun tak sampai 10 sentimeter.

Proyek hotmix di Gg Salmah, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Langkat, yang diduga dikerjakan asal jadi.

Tak hanya itu, akibat proyek dengan kode RUP 44474418 tersebut, parit beton di gang tersebut pun ambrol. Akibatnya, drainase di kawasan tersebut tak berfungsi dengan normal.

“Akibat pengerjaan hotmix itu, parit beton di lingkungan kami ambrol. Jadi sekarang ini, permukiman kami kebanjiran. Karena, air yang semestinnya mengalir normal, sekarang ini malah tersumbat. Tapi gak ada tanggung jawab dari pihak rekanan,” katus Bambang kesal.

Parit di lingkungan warga yang ambrol, diduga imbas dari proyek hotmix yang dikerjakan oleh PT TKN.

Warga berharap, agak Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat menegur dan memberi sanksi kepada rekanan tersebut. Kepada aparat penegak hukum, warga mendesak untuk mengusut dugaan markup dalam proyek tersebut.

Terpisah, Kadis PUPR Langkat Khairul Azmi SSTP enggan memberikan komentar terkait hal tersebut. Hingga berita ini dibuat, yang bersangkutan belum membalas pesan WhatsApp yang dikirim kepadanya. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rico Waas Diminta Buka Bukti Izin ke Kemendagri, Pengamat: Jangan Sampai Publik Curiga
Rico Waas Pilih Berobat ke Luar Negeri, Tak Percaya Layanan Kesehatan Rumah Sakit Lokal?
Sudah Lapor Mendagri, Rico Waas Tegaskan Takk Gunakan APBD Berobat Ke Luar Negeri
Rico Waas Tak Hadiri Peresmian Koperasi Merah Putih, Diduga Keluar Negeri Tanpa Izin, Prabowo Berang
PBG Sudah Diterbitkan, Pekerja Pembangunan Ruko CBD Helvetia Riang Bisa Bekerja Kembali
Banjir Dukungan, Randi Permana Siap Kibarkan KNPI di Kota Binjai
Viral Video Dugem Diduga Oknum Polda Sumut, Propam Langsung Periksa
Prananda Paloh Temui Bobby Nasution: NasDem Siap Dukung Apapun Kapanpun

4 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:05 WIB

Rico Waas Diminta Buka Bukti Izin ke Kemendagri, Pengamat: Jangan Sampai Publik Curiga

Senin, 18 Mei 2026 - 16:47 WIB

Rico Waas Pilih Berobat ke Luar Negeri, Tak Percaya Layanan Kesehatan Rumah Sakit Lokal?

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:30 WIB

Sudah Lapor Mendagri, Rico Waas Tegaskan Takk Gunakan APBD Berobat Ke Luar Negeri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:59 WIB

Rico Waas Tak Hadiri Peresmian Koperasi Merah Putih, Diduga Keluar Negeri Tanpa Izin, Prabowo Berang

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:18 WIB

PBG Sudah Diterbitkan, Pekerja Pembangunan Ruko CBD Helvetia Riang Bisa Bekerja Kembali

Berita Terbaru

error: