Di Tengah Luka Banjir dan Longsor, Haji Buyung Hadirkan Senyum untuk Anak-anak Sumut

Berita280 Dilihat

SUMATERA UTARA

Di antara sisa lumpur, puing, dan trauma pascabencana banjir serta longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, hadir pemandangan yang menggetarkan hati.

Tokoh masyarakat Sumut, H. Kharuddin Syah, SE, yang akrab disapa Haji Buyung, terekam kamera wartawan tengah membagikan bantuan langsung kepada anak-anak korban, bencana baru baru ini.

Bukan sekadar bantuan materi. Kehadiran Haji Buyung yang juga dikenal sebagai Ketua PD II KB FKPPI Sumut ini membawa harapan, kehangatan, dan rasa aman bagi anak-anak yang sebelumnya diliputi ketakutan akibat terjangan banjir dan longsor.

Dengan senyum tulus dan sentuhan penuh empati, ia menyapa satu per satu anak-anak, menyerahkan bingkisan sambil menenangkan mereka.

Tangis yang sempat mengiringi hari-hari mereka perlahan berganti tawa. Anak-anak tampak riang, berlarian kecil, saling memamerkan bantuan yang diterima.

Trauma yang membekas di wajah polos mereka seolah luruh, digantikan keceriaan yang mengharukan siapa pun yang menyaksikan.

“Anak-anak adalah korban paling rentan dalam setiap bencana. Mereka tidak hanya kehilangan rumah, tapi juga rasa aman. Tugas kita bersama untuk memulihkan senyum dan harapan mereka”.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian yang tulus mampu menjadi obat paling mujarab bagi luka batin anak-anak korban bencana.

Tanpa protokoler berlebihan, Haji Buyung memilih berbaur dengan anak-anak, mendengarkan cerita mereka, bahkan bercanda ringan demi mengembalikan rasa percaya diri dan kebahagiaan kecil yang sempat hilang.

Aksi kemanusiaan ini menuai apresiasi dari warga sekitar. Banyak orang tua tak kuasa menahan haru melihat anak-anak mereka kembali tertawa setelah berhari-hari diliputi ketakutan dan kesedihan.

Di tengah derita akibat bencana, kehadiran Haji Buyung menjadi pengingat bahwa kemanusiaan masih hidup. Bahwa di balik musibah, selalu ada tangan-tangan peduli yang siap merangkul, terutama untuk mereka yang paling membutuhkan—anak-anak, masa depan Sumatera Utara.

Senyum-senyum kecil itu kini menjadi saksi: harapan bisa tumbuh kembali, bahkan dari reruntuhan dan genangan air.(AVID)

Facebook Comments Box