Kementerian Kebudayaan Laksanakan Penanggulangan Bencana Terhadap Cagar Budaya di Sumut

Senin, 5 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Datuk Pulau Kampai di Tanjung Pura yang terdampak banjir.

Rumah Datuk Pulau Kampai di Tanjung Pura yang terdampak banjir.

‎Sumut – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan penanggulangan terhadap cagar budaya terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

‎Penanggulangan dilaksanakan melalui fasilitasi penanggulangan bencana tahun 2025, di tiga kabupaten/kota, yakni Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, dan Kota Medan.

‎Hal itu sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi, memulihkan, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya di wilayah bencana.

‎Di Kabupaten Langkat, penanganan difokuskan pada perbaikan Pagar Masjid Azizi. Lalu, Maktab Jam’iyah Mahmudiyah, Makam Raja Ahmad serta Rumah Datuk Pulau Kampai.

‎Sementara di Kota Medan, Museum Al Washliyah menjadi fokus penanggulangan. Kemudian, di Kabupaten Tapanuli Tengah terhadap Situs Bongal.

‎Penanggulangan ini bertujuan merehabilitasi dan memulihkan cagar yang berada di lokasi terdampak bencana.

‎Selain itu, juga menjadi langkah optimalisasi perlindungan dan rekonstruksi melalui peningkatan kondisi fisik dan nilai budaya objek. Sekaligus membangkitkan kembali kehidupan budaya masyarakat setempat.

‎Saat meninjau hasil pelaksanaan penanggulangan terhadap cagar budaya, pada, Jum’at 2 Januari 2026 di Tanjung Pura, Langkat.

‎Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara, Sukronedi, S.Si, M.A menyampaikan penanganan cagar budaya terdampak bencana harus dilakukan secara cepat, tepat dan mengedepankan prinsip pelestarian.

‎“Cagar budaya bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga identitas dan memori kolektif masyarakat. Melalui kegiatan ini, Kementerian Kebudayaan berupaya memastikan pemulihan dilakukan dengan tetap menjaga nilai sejarah, keaslian, serta fungsi sosial budaya dari objek yang ditangani,” ujarnya.

‎Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kebudayaan melibatkan komunitas budaya yang berada di lokasi terdampak bencana.

‎Keterlibatan, diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap cagar budaya sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam upaya pelestarian.

‎BPK Wilayah II Sumatera Utara melakukan pendampingan dan pengawasan secara melekat. Hal itu guna memastikan seluruh tahapan terlaksana secara optimal, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan di bidang kebudayaan.

‎Program Fasilitasi Penanggulangan Bencana ini merupakan wujud komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melindungi dan melestarikan warisan budaya bangsa, khususnya di tengah kondisi darurat akibat bencana alam. (Rel)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Belum Rasakan Kemerdekaan, Warga Orasi Tunggal di DPRD Langkat
Sat Intelkam Polres Langkat Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengendara
Rumah Sunardi dan Misno Terbakar, Ricky Anthony Hadir Bawa Bantuan
Jalin Silaturahmi, Kapolres Langkat Ngopi Bareng Pengemudi Ojol di Stabat
Sambut HUT RI Ke-81, Ricky Anthony Buka Turnamen Sepak Takraw RA Cup I 2026
Aktivis Lingkungan: Mafia di Kawasan SM KGLTL Harus Diberantas
Atlet Taekwondo Langkat Siap Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional G2 Asian
NasDem Sumut : Yang Disampaikan Ricky Anthony Memang Sikap Partai

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:03

Belum Rasakan Kemerdekaan, Warga Orasi Tunggal di DPRD Langkat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:09

Sat Intelkam Polres Langkat Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengendara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:03

Jalin Silaturahmi, Kapolres Langkat Ngopi Bareng Pengemudi Ojol di Stabat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:49

Sambut HUT RI Ke-81, Ricky Anthony Buka Turnamen Sepak Takraw RA Cup I 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:26

Aktivis Lingkungan: Mafia di Kawasan SM KGLTL Harus Diberantas

Berita Terbaru