GEMA PENA: Jangan Hakimi Akbar Himawan Buchari Sebelum Ada Putusan Hukum

- Penulis

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Gerakan Masyarakat Pemuda Nusantara (GEMA PENA) mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap Akbar Himawan Bukhari atas isu yang berkembang di tengah ruang publik.

Ketua GEMA PENA, Julius Fadli, menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku di Indonesia.

Julius Fadli menyampaikan bahwa munculnya berbagai opini di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi dasar untuk menghakimi seseorang. Menurutnya, dalam negara yang menjunjung supremasi hukum, seluruh persoalan harus diserahkan kepada proses hukum yang berjalan, bukan diputuskan melalui persepsi sepihak.

“Semua pihak harus menahan diri dan menghormati mekanisme hukum. Jangan sampai seseorang dihakimi lebih dulu sebelum ada keputusan yang sah dari lembaga peradilan,” ujar Julius Fadli dalam keterangannya kepada wartawan.

GEMA PENA menilai bahwa asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi oleh seluruh elemen masyarakat. Prinsip tersebut merupakan bagian penting dalam sistem hukum yang memastikan setiap individu tetap dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dalam pandangan GEMA PENA, Himawan Bukhari selama ini dikenal sebagai figur yang aktif dalam kegiatan usaha dan sosial kemasyarakatan. Kontribusinya terhadap pemberdayaan pemuda serta keterlibatannya dalam berbagai kegiatan pembangunan dinilai menjadi bagian dari rekam jejak yang perlu dilihat secara utuh.

Julius Fadli menegaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di era digital saat ini ketika berbagai narasi dapat berkembang dengan cepat tanpa melalui proses verifikasi yang jelas. Menurutnya, penyebaran opini yang tidak berimbang justru dapat merusak nama baik seseorang sebelum fakta sebenarnya terungkap.

“Kita ingin masyarakat melihat persoalan ini secara jernih. Jangan membentuk kesimpulan hanya dari potongan informasi yang belum tentu lengkap,” katanya.

GEMA PENA juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana yang kondusif di tengah masyarakat agar tidak terjadi perpecahan akibat informasi yang belum pasti. Organisasi tersebut menilai bahwa ketenangan dan kedewasaan dalam menyikapi persoalan hukum menjadi hal yang penting demi menjaga stabilitas sosial.

Sebagai organisasi kepemudaan yang menjunjung nilai keadilan, GEMA PENA menyatakan komitmennya untuk mengawal agar seluruh proses berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan aturan hukum. Julius Fadli menegaskan bahwa tidak boleh ada tekanan opini yang dapat memengaruhi jalannya proses hukum.

Di akhir pernyataannya, GEMA PENA mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghormati hukum dan memberikan ruang bagi kebenaran untuk terungkap melalui proses yang sah. Menurut Julius Fadli, menjaga keadilan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai bangsa yang beradab. (Red).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PDIP ‘Serang’ Bobby Soal Kompensasi PLN, Gerindra: Bela Rakyat Kok Dibilang Pencitraan
BEM Sumut Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Limbah B3 Klinik Romauli ZR ke Polda Sumut
BEM Sumut Desak Kejati Usut Dugaan Penyimpangan Program MBG di Tapteng-Sibolga, Setoran Rp72 Juta per Dapur Jadi Sorotan
Hadirkan Event Sepak Bola Tingkat Internasional, Suporter Timnas Ucapkan Terima Kasih ke Bobby Nasution
Pemadaman Listrik Sebabkan Mesin PDAM Tirtanadi Rusak, Penyaluran Air Terganggu
PDAM Tirtanadi Minta Maaf, Gangguan Air Bersih Terjadi di Sejumlah Wilayah Medan Hingga Dua Hari
Jeka Saragih Apresiasi Ketegasan Iptu Bimo Tangkap Pelaku Kekerasan terhadap Ibu Hamil di Kawasan Terowongan Pancasila
Bobby Datangi PLN, Deddy Sitorus PDIP: Untuk Pencitraan Atau Gubernurnya Gak Paham?

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:54 WIB

PDIP ‘Serang’ Bobby Soal Kompensasi PLN, Gerindra: Bela Rakyat Kok Dibilang Pencitraan

Senin, 15 Juni 2026 - 23:10 WIB

BEM Sumut Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Limbah B3 Klinik Romauli ZR ke Polda Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 22:24 WIB

BEM Sumut Desak Kejati Usut Dugaan Penyimpangan Program MBG di Tapteng-Sibolga, Setoran Rp72 Juta per Dapur Jadi Sorotan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:59 WIB

Hadirkan Event Sepak Bola Tingkat Internasional, Suporter Timnas Ucapkan Terima Kasih ke Bobby Nasution

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:01 WIB

Pemadaman Listrik Sebabkan Mesin PDAM Tirtanadi Rusak, Penyaluran Air Terganggu

Berita Terbaru

error: