Tudingan Tak Berangkatkan 14 Jemaah Umrah Berakhir Damai, Al Shaf Tour Ajak Umat Bermuhasabah

Kamis, 11 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,

Kesalahpahaman antara PT Safira Makkah Madina Wisata (Al Shaf Tour) dengan jemaah umrah paket “Flash Sale” atas nama Jumriyanti akhirnya menemukan titik terang. Persoalan tersebut diselesaikan secara mufakat di hadapan pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (26/8/2025).

Bertempat di Kantor Kemenag Sumatera Utara, jemaah umrah atas nama Jumriyanti yang diwakili kuasa hukumnya bersama perwakilan Al Shaf Tour sepakat menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi selama ini.

Sebelumnya, hubungan yang kurang harmonis sempat terjadi antara perusahaan travel umrah Al Shaf Tour dengan Jumriyanti pada tahun 2024. Saat itu terjadi miskomunikasi di tengah proses refund pembatalan pembelian paket umrah yang dilakukan secara termin.

Di tempat terpisah, Direktur PT Safira Makkah Madina Wisata (Al Shaf Tour), H. Andi Suwandani Harahap, menjelaskan bahwa persoalan antara pihaknya dan Jumriyanti murni merupakan kesalahpahaman. Ia menerangkan, ketika somasi dilayangkan dan kasus dilaporkan ke Kemenag Sumut, pihaknya melalui kuasa hukum telah memberikan klarifikasi resmi. Klarifikasi tersebut disampaikan baik melalui surat balasan terhadap somasi kuasa hukum Jumriyanti, maupun melalui surat klarifikasi yang ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Sumut.

Terkait penyelesaian masalah ini, H. Andi menyampaikan rasa ikhlas dan syukurnya. Menurutnya, segala sesuatu yang terjadi merupakan rencana Allah SWT yang pasti mengandung hikmah.

“Selama ini manajemen Al Shaf Tour selalu memulai setiap langkah dengan niat karena Allah SWT. Kami berusaha menjaga keikhlasan dengan menganggap usaha ini sebagai ibadah, sehingga selalu bersyukur kepada-Nya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap penyelesaian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, baik Al Shaf Tour, Jumriyanti, Kemenag, maupun pihak lainnya. Ia menekankan pentingnya tabayyun dan muhasabah dalam menghadapi permasalahan.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika diawali dengan niat yang baik. Bagi kami, setiap masalah adalah risiko usaha yang harus dihadapi, sekaligus menjadi pelajaran agar perusahaan dapat melangkah lebih mapan dan maju,” tandasnya. (F_01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Norman Hadinegoro Soroti Polemik Ijazah Jokowi dan Dugaan Keterlibatan Dasco
Jangan Didiamkan! MKD Didesak Tindaklanjuti Laporan KWP vs Deddy Sitorus
Nama Misbakhun Muncul dalam Investigasi Pita Cukai Rokok Ilegal
Ruas Jalan di Babalan Didominasi Pedagang, Warga Desak Penertiban
BEM Sumut Siapkan Aksi ke Polda, Pertanyakan Perkembangan Dumas Klinik Romauli ZR
Pengadaan Kitab Dinas Dayah Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah, Pasca Pemulihan Bencana Banda Aceh
GEMARI-Jakarta Minta Anton Yan dan Nofil Anoverta Diperiksa Terkait PT APSL
Sekretariat DPRD Medan Jelaskan Status Tiga Mobil Dinas Tertimpa Pohon di Kediaman Ketua DPRD

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 21:06

Norman Hadinegoro Soroti Polemik Ijazah Jokowi dan Dugaan Keterlibatan Dasco

Selasa, 15 September 2026 - 19:02

Jangan Didiamkan! MKD Didesak Tindaklanjuti Laporan KWP vs Deddy Sitorus

Jumat, 11 September 2026 - 13:34

Ruas Jalan di Babalan Didominasi Pedagang, Warga Desak Penertiban

Kamis, 10 September 2026 - 22:57

BEM Sumut Siapkan Aksi ke Polda, Pertanyakan Perkembangan Dumas Klinik Romauli ZR

Sabtu, 5 September 2026 - 12:19

Pengadaan Kitab Dinas Dayah Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah, Pasca Pemulihan Bencana Banda Aceh

Berita Terbaru