Salwa Khalishah, Penjual Soft Drink yang Berjuang Mengejar Magister Hukum

- Penulis

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di bawah terik matahari yang memantul di jalanan kota Medan, seorang gadis muda tampak berjalan menenteng cooler box berisi minuman dingin.

Senyumnya lembut, langkahnya ringan, tapi di balik setiap langkah itu ada perjuangan yang berat, sunyi, dan sarat makna.

Namanya Salwa Khalishah, 21 tahun. Ia baru saja menempuh perjalanan baru sebagai mahasiswi semester I Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU).

Tak banyak yang tahu, di sela kesibukannya kuliah malam, ia berjualan soft drink keliling dan online di siang hari untuk mencukupi kebutuhan dan membiayai pendidikannya.

Salwa adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah rumah sederhana di Medan.

Ayahnya hanya seorang pekerja swasta, Sementara ibunya bekerja sebagai pegawai yang gajinya hanya cukup untuk kebutuhan pokok.

“Aku nggak mau lihat ibu lelah sendirian. Aku juga nggak mau ayah terus kerja berat tanpa hasil pasti. Jadi, apa pun bisa aku lakukan, asal halal,”
ujar Salwa dengan suara pelan namun tegas.

Dari kecil, Salwa sudah terbiasa dengan keterbatasan. Tapi justru dari keterbatasan itulah, ia belajar arti keteguhan dan kejujuran dalam hidup.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Al Ulum Medan, lalu SMP Negeri 7 Medan, dan SMA Negeri 3 Medan. Ia dikenal sebagai siswi berpotensi, rajin, dan pantang menyerah.

Berkat kerja kerasnya, Salwa berhasil masuk ke Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Bukan hanya lulus, tapi ia menamatkan kuliah S1 Hukum dengan predikat cumlaude — sebuah pencapaian luar biasa bagi anak keluarga sederhana.

“Aku tahu perjuangan orang tuaku besar sekali. Nilai cumlaude itu aku persembahkan untuk mereka,” katanya, tersenyum menahan haru.

Namun setelah toga itu dilepas, hidup belum berhenti menuntut. Ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana Hukum USU, sambil tetap bekerja keras di siang hari.

Setiap pagi, sebelum kuliah malam dimulai, Salwa menyiapkan minuman ringan di kamar kecil rumahnya. Ia membawa cooler box sederhana berisi puluhan botol yang ia beli dari hasil tabungan kecil.

Siang harinya ia berjualan online terkadang menjajakannya di sekitar kampus. ia tetap tersenyum pada pembeli seolah lelahnya tak pernah ada.

“Aku kuliah malam supaya siang bisa jualan. Kadang terasa capek, tapi kalau ingat orang tua dan adik-adikku, semua terbayar,” tutur Salwa lirih.

Ia tahu, tidak semua orang diberi kesempatan untuk sekolah setinggi itu. Karena itu, baginya, rasa letih bukan alasan untuk berhenti berjuang.

Sering kali, setelah pulang kuliah malam dan membersihkan diri, Salwa duduk sendiri di kamar sambil menatap buku.
Ia menulis satu kalimat yang menjadi pegangan hidupnya:

“Tuhan, aku tidak ingin hidup mudah. Aku hanya ingin diberi kekuatan untuk melewati yang sulit.”

Malam-malamnya diisi dengan membaca jurnal hukum, menulis tugas, dan menyiapkan dagangan untuk esok hari. Hidupnya mungkin sederhana, tapi semangatnya luar biasa.

Salwa tak pernah ingin sekadar lulus. Ia ingin kelak menjadi dosen hukum, agar bisa berbagi ilmu dan membuktikan bahwa kesederhanaan bukan penghalang untuk berprestasi.

“Aku ingin anak-anak dari keluarga kecil seperti aku tahu, bahwa ilmu bisa mengubah nasib siapa pun,”
ucapnya sambil menatap langit senja.

Kini, langkah Salwa Khalishah terus melaju. Di tangan kirinya ia menenteng cooler box, di tangan kanannya ada buku hukum tebal dan laptop. Dua simbol kehidupan yang berlawanan, keringat dan pengetahuan, bersatu dalam satu tubuh kecil yang penuh semangat.


🕊️
Salwa Khalishah adalah potret nyata dari ribuan anak muda Indonesia yang berjuang dalam diam.

Ia membuktikan bahwa gelar cumlaude tak selalu lahir dari kemewahan, tapi dari keteguhan hati yang tak mau menyerah.

Ia berjalan di antara kerasnya hidup, membawa satu keyakinan:
bahwa mimpi sebesar apa pun akan sampai, asalkan langkahnya jujur dan niatnya tulus.(***)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Halal Bi Halal IKAL SMA Negeri 6 Medan Jadi Ajang Nostalgia dan Penguatan Solidaritas Alumni
Panen 100 Kg Pakcoy, Lapas Sibolga Dukung Ketahanan Pangan melalui Pembinaan Warga Binaan
Pastikan Layanan Prima dan Pembinaan Optimal, Kakanwil Ditjenpas Sumut Sidak Rutan Pangkalan Brandan
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto Hadiri Reuni 60 Tahun Alumni SMP Negeri 10/12 Medan
Dirpamintel Ditjenpas Tinjau Ketahanan Pangan dan Laksanakan Monev Pengamanan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku
Perkuat Sinergitas di Hari Raya Idul Fitri, Lapas Kelas IIA Binjai Terima Kunjungan TNI-Polri
Kanwil Ditjenpas Sumut Sidak Lapas Binjai, Pastikan Tak Ada Pelanggaran dan Layanan Idul Fitri Berjalan Normal
1.054 Warga Binaan Lapas Binjai Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, 13 Orang Langsung Bebas
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 22:07 WIB

Halal Bi Halal IKAL SMA Negeri 6 Medan Jadi Ajang Nostalgia dan Penguatan Solidaritas Alumni

Jumat, 3 April 2026 - 05:27 WIB

Panen 100 Kg Pakcoy, Lapas Sibolga Dukung Ketahanan Pangan melalui Pembinaan Warga Binaan

Kamis, 2 April 2026 - 18:29 WIB

Pastikan Layanan Prima dan Pembinaan Optimal, Kakanwil Ditjenpas Sumut Sidak Rutan Pangkalan Brandan

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:08 WIB

Dirpamintel Ditjenpas Tinjau Ketahanan Pangan dan Laksanakan Monev Pengamanan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:04 WIB

Perkuat Sinergitas di Hari Raya Idul Fitri, Lapas Kelas IIA Binjai Terima Kunjungan TNI-Polri

Berita Terbaru

Menu MBG dari SPPG Terluk Meku, Kecamatan Babalan, Langkat yang diduga menyebabkan anak mual dan sakit perut.

Headline

Viral!!! Menu MBG SPPG Teluk Meku Babalan Tak Layak Konsumsi

Selasa, 31 Mar 2026 - 18:17 WIB

error: