Saldo Tabungan Calon TKI Dikuras Penyalur Tenaga Kerja

- Penulis

Rabu, 19 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor penyalur tenaga kerja PT WKU di Jl Karya Wisata, Medan Johor, Kota Medan.

Kantor penyalur tenaga kerja PT WKU di Jl Karya Wisata, Medan Johor, Kota Medan.

Medan – Nasabah Bank Mandiri asal Kota Medan merasa kebobolan. Sunariyo keberatan, karena uang Rp9,5 juta di rekeningnya dikuras PT WKU, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja. Dana itu, ditransfer BPJS Ketenagakerjaan 7 Februari 2025 lalu, terkait pembatalannya berangkat untuk bekerja di Malaysian karena adanya Calling Visa di awal tahun 2024.

 

Hal itu berawal, saat Sunariyo dan tiga rekannya dari Langkat ingin menjadi TKI di Malaysia akhir tahun 2023 lalu. Mereka diimingi bekerja menjadi sopir truk di proyek infrastruktur oleh PT WKU, selaku agen penyalur tenaga kerja.

Rekan Sunariyo saat mendatangi Kantor PT WKU di Jl Karya Wisata, Medan Johor, Kota Medan.

Tahapan demi tahapan sudah pun mereka lalui. Mulai dari pengecekan kesehatan, hingga pembuatan paspor juga sudah rampung saat itu. “Sudah habis sekira Rp8 juta lebih biaya yang saya keluarkan. Tapi sampai awal tahun 2024 kami tidak juga berangkat,” terang Sunariyo, Selasa (18/2/2025) pagi.

 

Calling Visa

Dengan alasan ‘calling visa’ calon TKI dan 3 rekannya ini batal berangkat. Pihak perusahaan terkesan mengulur waktu dan selalu beralasan saat dipertanyakan soal keberangkatan mereka. Uang yang sudah mereka keluarkan juga tak jelas pertanggungjawaban administrasinya.

 

Kemudian, awal tahun 2025, Sunariyo ditelepon pihak BPJS Ketenagakerjaan terkait kucuran dana bagi TKI yang gagal berangkat. Hal ini didapat, karena penetapan ‘calling visa’ pedagang tahu ini.

Bukti transaksi di akun bank milik Sunariyo.

Usai menjalani proses verifikasi melalui panggilan video, Sunariyo pun menerima transferan Rp10 juta ke rekeningnya dari BPJS Ketenagakerjaan. “Sebelum proses verifikasi itu, pihak PT WKU mengarahkan kalau saya yang memegang rekening, ATM dan akun Bank Mandiri, jika ada pertanyaan dari BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

 

Tapi nyatanya, semua yang berkaitan dengan rekening Bank Mandiri atas namanya sama sekali belum diserahkan pihak perusahaan. Tercatat, pada 7 Februari 2025 masuk saldo sebesar Rp10 juta ke rekeningnya.

 

Namun, dana tersebut kemudian dicairkan sepihak oleh PT WKU via ATM sebesar Rp9,5 juta. Hal ini diketahui Sunariayo, saat ia dan rekannya mendatangi perusahaan tersebut untuk mempertanyakan kepastian keberangkatan mereka sebagai TKI.

 

Saldo Tabungan Dikuras

“Di situ saya desak untuk menyerahkan ATM dan akun Livin Bank Mandiri milik saya. Sempat ditahan sama staf di sana dan akhirnya diserahkan juga setelah saya paksa. Saya lihat, ada transaksi sebesar Rp10 juta dan penarikan uang di ATM dengan total Rp9,5 juta,” ketus Sunariyo.

 

Saat ia pertanyakan soal transaksi di rekening miliknya, pihak PT WKU menerangkan, hal itu merupakan potongan uang operasional perusaahan. Dimana, ada biaya-biaya yang dikeluarkan mereka selama pengurusan Sunariyo sebagai calon TKI.

 

Hal ini jelas membuat Sunariyo merasa dirugikan. Rekening, ATM dan akun bank privasi miliknya, dikuasai oleh pihak lain. Saldo tabungannya dikuras sepihak oleh PT WKU tanpa kordinasi dan persetujuan darinya.

 

“Ini kan jelas merugikan saya. Selama pengurusan untuk jadi TKI, saya yang mengeluarkan dan menanggung biaya. Ini tabungan saya malah dikuras, dengan alasan untuk menutupi biaya operasional. Saya sangat keberatan dan akan saya laporkan ke pihak berwajib,” geramnya.

 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT WKU terkesan bungkam. Pesan WhatsApp yang dikirim ke nomor 081374861xxx yang dikelola staf berinisial V sama sekali tidak direspon. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK
Pasca OTT Bupati Langkat, Tiorita ‘Banjir’ Dukungan dari Netizen
KPK Amankan 7 Orang Terkait OTT Bupati Langkat
Terkait OTT KPK, Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel
Diduga Terkait Fee Proyek, Eks Anggota DPRD Sumut dan Rekanan Asal Langkat Dikabarkan Terjaring OTT KPK
Salut!!! Aset PTPN 1 Regional 1 di Stabat Diduga ‘Disulap’ Mafia Tanah
Terkait Limbah PKS, SATMA Milenial AMPI Langkat Desak Kienerja Kadis LH Dievaluasi
PLN Gerak Cepat Pulihkan 12 Tower Transmisi Listrik Roboh Akibat Cuaca Buruk

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:27 WIB

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:10 WIB

Pasca OTT Bupati Langkat, Tiorita ‘Banjir’ Dukungan dari Netizen

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:36 WIB

Terkait OTT KPK, Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:50 WIB

Diduga Terkait Fee Proyek, Eks Anggota DPRD Sumut dan Rekanan Asal Langkat Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:58 WIB

Salut!!! Aset PTPN 1 Regional 1 di Stabat Diduga ‘Disulap’ Mafia Tanah

Berita Terbaru

Karangan bunga di depan Kantor Bupati Langkat dari elemen masyarakat yang mengucapkan terima kasih kepada KPK.

Headline

Ondim Terjaring OTT, Warga Langkat : Terima Kasih KPK

Sabtu, 4 Jul 2026 - 23:27 WIB

error: