PT Agrinas Palma Nusantara Resmi Tunjuk Koperasi Ban sebagai Mitra Plasma Resmi di Padang Lawas Raya

Jumat, 4 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN

Komitmen negara untuk memperkuat kemitraan strategis dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit kembali ditunjukkan. PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Regional Sumut II resmi menunjuk Koperasi Jasa Plasma Agrinas Barumun Agro Nusantara (Koperasi BAN) sebagai mitra plasma resmi dalam pengelolaan kebun sawit di wilayah Padang Lawas dan Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Selasa, 1 Juli 2025, di Kantor Pusat PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Jakarta. Penunjukan ini mencakup kawasan seluas 47.000 hektare yang tersebar di Kecamatan Simangambat dan Ujung Batu (Padang Lawas Utara), serta Kecamatan Huristak (Padang Lawas).

“Koperasi ini bukan sekadar lembaga formal, tetapi representasi dari kehendak kolektif masyarakat plasma. Kami siap menjalankan amanah ini dengan transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab,” ujar Ketua Koperasi BAN Usman Hasibuan dalam knprensi pers yang digelar di Cafe Nusa Dua Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (3/7).

Sementara, dalam sesi wawancara doorstop, Usman menegaskan pentingnya akurasi data dan proses verifikasi untuk menghindari manipulasi seperti yang terjadi di masa lalu.

“Alhamdulillah, Koperasi BAN ditunjuk Agrinas untuk mengelola plasma di lahan yang selama ini kerap menimbulkan polemik, khususnya di Balutah. Harapan kami adalah memastikan proses verifikasi berjalan objektif dan tidak terpapar kepentingan lama,” ujar Usman.

Ia mengkritisi praktik lama yang memungkinkan satu orang mencantumkan belasan nama sebagai penerima manfaat plasma. Menurutnya, pola tersebut tidak lagi relevan dan harus diubah demi tata kelola yang sehat.

“Hari ini Agrinas adalah BUMN. Tidak boleh main-main. Dulu mungkin bisa satu orang pegang 10-20 nama, bahkan lebih. Hari ini tidak boleh. Satu KTP, satu KK. Itu prinsip kami,” tegasnya.

Usman juga menjelaskan bahwa proses verifikasi dan validasi data sudah berjalan selama dua bulan, dan saat ini telah mencapai 90 persen.

Koperasi tetap terbuka kepada masyarakat dan tidak serta-merta menyingkirkan kelompok sebelumnya, namun akan menerapkan standar baru yang ketat dan bisa diaudit.

“Kami tetap overmodel. Tidak serta-merta menyingkirkan yang dulu, tapi juga tidak bisa ikut pola lama yang salah. Hari ini manajemen negara harus bisa dipertanggungjawabkan. Akan ada audit setiap saat,” jelasnya.

Koperasi juga merencanakan agenda turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat untuk memastikan batas-batas kebun plasma secara fisik dan simbolik.

“Insya Allah, Selasa nanti kami masuk ke dalam. Kami akan cek langsung kebun itu, bahkan rencananya kami akan pasang patok-patok dan melakukan syukuran motong kambing. Sekalian ‘assalamualaikum’ kepada para penunggu kebun itu,” ujar Usman, disambut tawa kecil para wartawan.

Penunjukan Koperasi BAN ini turut diapresiasi oleh berbagai pihak sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan petani plasma.

Dalam pernyataannya, pengurus koperasi juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto serta Menteri BUMN dan jajaran direksi PT Agrinas yang telah mempercayakan mandat ini.

“Ini adalah bentuk pengakuan dan perjuangan panjang. Kami berharap semua elemen masyarakat, khususnya di Simangambat, Ujung Batu, dan Huristak, mendukung langkah ini demi kesejahteraan bersama,” tutup Usman.

Dengan slogan “Agrinas Jaya, Plasma Sejahtera, Koperasi BAN Maju”, kerja sama ini diharapkan membawa wajah baru kemitraan berbasis koperasi yang adil, sah, dan transparan bagi masyarakat plasma di Sumatera Utara.(AVID)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aminullah Tantang Kejagung dan KPK Bongkar Gurita Korupsi Rp1.000 Triliun: Kejar Aktor Intelektual dan Jaringannya!
Sudah Datang Terlambat, Syahrul Paling ‘Kreak’ Pula Interupsi di Akhir Paripurna DPRD Sumut
Sudah Datang Terlambat, Syahrul Paling ‘Kreak’ Pula Interupsi di Akhir Paripurna DPRD Sumut
Proses Seleksi Jabatan PT Inalum Disorot, Peserta Minta Klarifikasi Mekanisme Assessment
Aminullah Siagian Tantang Hotman Paris Tunjukkan Dasar Hukum Tersangka Jaksa Harus Izin Presiden
Relawan dan Mahasiswa Antusias Menanti Bobby Nasution di Nias
Perjalanan Inspiratif Jeka Saragih, dari UFC Kini Bangun Mimpi Atlet Simalungun
JAGA MARWAH: Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:03

Aminullah Tantang Kejagung dan KPK Bongkar Gurita Korupsi Rp1.000 Triliun: Kejar Aktor Intelektual dan Jaringannya!

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:09

Sudah Datang Terlambat, Syahrul Paling ‘Kreak’ Pula Interupsi di Akhir Paripurna DPRD Sumut

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:20

Proses Seleksi Jabatan PT Inalum Disorot, Peserta Minta Klarifikasi Mekanisme Assessment

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:01

Aminullah Siagian Tantang Hotman Paris Tunjukkan Dasar Hukum Tersangka Jaksa Harus Izin Presiden

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:02

Relawan dan Mahasiswa Antusias Menanti Bobby Nasution di Nias

Berita Terbaru

Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony VS Gubernur Sumut Muhamma Bobby Afif Nasution.

Headline

NasDem : Hentikan Sikap Arogansi Gubernur Sumut

Senin, 27 Jul 2026 - 12:19