Medan –
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, bersama para pejabat struktural Kanwil Ditjenpas Sumut, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan wilayah Medan dan sekitarnya, serta bersinergi dengan TNI dan Polri, mengikuti Pelaksanaan Kegiatan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan.
Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dan terpusat dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon pada Kamis (15/01/2026).
Kegiatan panen raya ini merupakan wujud nyata komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Sumatera Utara dalam mendorong optimalisasi pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan produktif dan berkelanjutan.
Panen raya ini sekaligus menjadi bagian dari Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pemberdayaan WBP untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Panen raya di Lapas Kelas I Medan dilaksanakan di area lahan pertanian dan perikanan dengan total luasan yang terbagi ke dalam beberapa sektor, yakni 180 m² untuk tanaman sawi pahit, 200 m² untuk tanaman jagung, serta 250 m² untuk sektor perikanan.
Dari kegiatan tersebut, berhasil dipanen 90 kg sawi pahit, 600 kg jagung, dan 150 kg ikan nila.
Seluruh kegiatan pembinaan kemandirian ini dilaksanakan dengan pendampingan langsung oleh petugas pemasyarakatan serta mendapat dukungan dari instansi terkait, termasuk unsur TNI dan Polri.
Tidak hanya di Lapas Kelas I Medan, panen raya serentak ini juga diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Utara.
Sebanyak 137 (seratus tiga puluh tujuh) Warga Binaan terlibat aktif sebagai tenaga kerja dalam kegiatan produktif tersebut, dengan total hasil panen sebagai berikut: 4.497 kg dari sektor perkebunan dan pertanian, meliputi sawi pahit, jagung, cabai, kangkung, singkong, sawi, selada, jamur, terong, kol, dan komoditas lainnya; 260 kg dari sektor perikanan, meliputi ikan lele, ikan nila, dan ikan mas; 16 kg dari sektor peternakan, meliputi maggot dan telur puyuh.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Sumut Yudi Suseno menegaskan bahwa kegiatan panen raya ini bukan sekadar simbol keberhasilan pembinaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemasyarakatan dalam membekali WBP dengan keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan, WBP diharapkan mampu memiliki bekal kemandirian serta kesiapan untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial kepada keluarga WBP.
Melalui kegiatan panen raya serentak ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperkuat pelaksanaan
Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin pemberdayaan Warga Binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong terwujudnya sistem pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.(AVID/rel)














