MUI Sumut Ungkap Penyimpangan Pimpinan Kampung Kasih Sayang

- Penulis

Rabu, 30 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Patung unik dan nyentrik di lokasi perkampungan Kasih Sayang alias Kampung Matfa.

Patung unik dan nyentrik di lokasi perkampungan Kasih Sayang alias Kampung Matfa.

Medan – Penyimpangan akidah Tuan Imam Kampung Kasih Sayang, di Kecamatan Padang Tualang, Langkat terkuak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sumut sudah berulang kali mengeluarkan fatwa terkait kesesatan yang terjadi di sana.

 

Penyimpangan kelompok yang biasa disebut Majelis Ta’lim Fardu Ain (Mafta) ini, diantaranya terkait jumlah istri sang imam. Oknum berinisial H ini memiliki istri mencapai 13 orang.

 

Bahkan, diantara belasan wanita yang dinikahinya, tidak memiliki dokumen yang sah dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Hal ini, juga sudah diperingatkan secara tergas oleh MUI Sumut, agar beberapa istrinya diceraikan.

 

Dimana, sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 17 Tahun 2013 maka haram hukumnya beristri lebih dari empat wanita secara bersamaan. Kemudian, jika penikahan dengan istri pertama hingga keempat dilaksanakan sesuai syariah, maka mereka sah sebagai istri dan memiliki akibat hukum pernikahan.

 

Keluar dan Bercerai

Ditegaskan juga, wanita kelima dan seterusnya berstatus bukan istri sah. Sehingga, perempuan kelima dan seterusnya wajib dipisahkan karena tidak sesuai dengan syariah

 

Menurut informasi, H tak pernah mengindahkan Fatwa MUI tersebut. Ia tetap mempertahankan penyimpangan itu. Kecuali, hanya satu orang wanita yang berhasil keluar dan bercerai.

 

Terpisah, salah seorang warga di komunitas ini menyampaikan kekecewaannya. Harta benda yang mereka serahkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran warga di sana, tak ada satupun yang terealisasi.

 

Kecewa

“Kami merasa kecewa, tuan imam itu hanya pandai bicara. Tapi faktanya sama sekali tidak ada,” ketus salah seorang warga sembari meminta hak tolaknya, Selasa (29/4/2025) di Medan.

 

Warga di sana juga sudah mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami telah menjual harta benda kami untuk kemakmuran kampung itu. Tapi kini, makan pun kami sulit,” ujar warga lain yang sudah keluar dari kampung tersebut.

 

Informasi lain, warga kampung tersebut sudah jenuh dan akan berontak dengan kezaliman di sana. Bahkan, tidak sedikit warga di tersebut keluar dari komunitasnya.

 

Pihak H melalui humasnya Kholik Ritonga terkesan mengelak saat dikonfirmasi hal tersebut. “Siapa yang bilang itu Pak? Kalau mau tepat silahkan datang, nanti kita ketemu,” ujarnya, tanpa memberi jawaban terkait jumlah istri Tuan Imam H. (Rel)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ricky Anthony Dukung Pagelaran Seni Budaya dan Suroan Nusantara 2026 di Langkat
DPD BKPRMI Langkat Siap Bersinergi dengan Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony
Jalin Silaturrahmi, PCNU Langkat Siap Bersinergi dengan Ricky Anthony
Diguyur Hujan Deras, Pemukiman Warga Desa Pantai Gemi Kebanjiran
Sudah Lapor Mendagri, Rico Waas Tegaskan Takk Gunakan APBD Berobat Ke Luar Negeri
Halalbihalal, NasDem Sumut ‘Panaskan Mesin’ Partai Hadapi Pemilu 2029
Gelar Konsolidasi, KOMBAT Langkat Targetkan 150 Ribu Anggota
SPPG di Kecamatan Stabat Keluhkan Pemerataan Penerima Manfaat MBG

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ricky Anthony Dukung Pagelaran Seni Budaya dan Suroan Nusantara 2026 di Langkat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:20 WIB

DPD BKPRMI Langkat Siap Bersinergi dengan Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

Jalin Silaturrahmi, PCNU Langkat Siap Bersinergi dengan Ricky Anthony

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:53 WIB

Diguyur Hujan Deras, Pemukiman Warga Desa Pantai Gemi Kebanjiran

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:30 WIB

Sudah Lapor Mendagri, Rico Waas Tegaskan Takk Gunakan APBD Berobat Ke Luar Negeri

Berita Terbaru

error: