SPPG di Kecamatan Stabat Keluhkan Pemerataan Penerima Manfaat MBG

Rabu, 8 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG.

Menu MBG.

Stabat – Menjamurnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Stabat kini menjadi kisruh. Pengelola dapur makan bergizi gratis (MBG) ketar-ketir soal pemerataan jumlah penerima manfaat (PM) program nasional Presiden Prabowo Subianto ini.

Hal ini seperti yang disampaikan salah seorang pengelola dapur MBG di Kecamatan Stabat. Ia menerangkan, di dapurnya hanya kebagian ‘jatah’ untuk 500an PM. Sementara, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah pun mengeluarkan petunjuk teknis (Juknis) terkait hal tersebut.

“Sebenarnya kan sudah ada juknisnya. Sinkronisasi antara jumlah SPPG dan PM juga sudah diatur oleh BGN. Tapi masih belum merata juga pembagian ‘jatah’ porsi di setiap dapur,” beber narasumber sembari meminta hak tolaknya, Rabu (8/6/2026) siang.

Dengan jumlah yang tidak merata, maka akan berpengaruh terhadap efisiensi operasional dapur. Dampaknya, relawan juga tidak bisa diberdayakan secara optimal.

“Terpaksa relawan-relawan kami bagi sift kerjanya. Jumlahnya juga kami kurangi dari 47 orang menjadi 30 personil saja. Hal ini harus segera diselesaikan sesuai Juknis BGN, supaya tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” ketus narasumber.

Kordinator Wilayah (Korwil) SPPG Langkat Ali Ihsanul Huda menegaskan, pemerataan PM tersebut sudah pun mulai dilaksanakan. Namun, realisasinya akan dikerjakan secara bertahap.

“Pemerataan berdasarkan surat edaran, harus melibatkan koramil, polsek, camat, yayasan dan Ka SPPG. Telah dilaksanakan, namun realisasinya bertahap,” tegas Ali.

Sementara, Kordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Stabat Dandy Y Ginting sudah menggelar rapat terkait hal tersebut. Tujuannya untuk pemerataan PM yang optimal.

“Rencana tanggal 20 nanti action. Kalau ternyata gak juga merata, kita bergerak korek info ke dapur-dapur yang tidak mau pemerataan bang,” tutur Dandy, tanpa menjelaskan sanksi bagi SPPG yang ‘membandel’.

Diinformasikan, untuk di Kecamatan Stabat, sedikitnya sudah beroperasi 14 dapur SPPG. Namun jumlah porsi PM tidak singkron di setiap dapur. Bahkan, masih ada dapur yang hanya memproduksi MBG tak sampai 1000 porsi. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aliansi Mahasiswa Langkat Perubahan Soroti 86 Hari Kerja Kapolres Langkat
Ricky Anthony: Harap DPRD Jangan Ganggu PSMS
Diduga Indisipliner, PPPK Paruh Waktu Damkar Langkat ‘Getol’ Main Proyek
Terkait Transparansi Proyek, Belasan Massa Geruduk Disdik dan Kantor Bupati Langkat
Pimpin PMS Langkat, Edi Bahagia Sinuraya Bertekad Hidupkan Adat dan Budaya Karo
Dugaan Fee Proyek 21 Persen, Bupati Tapsel Didesak Evaluasi Kinerja Dinkes
Agenda Berubah, PKB dan NasDem Walk Out Saat Uji Kelayakan dan Kepatuhan Calon Anggot KPID Sumut
Ricky Anthony : Dewan Jangan Main Proyek, KPK Diminta Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:13

Aliansi Mahasiswa Langkat Perubahan Soroti 86 Hari Kerja Kapolres Langkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:02

Ricky Anthony: Harap DPRD Jangan Ganggu PSMS

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:38

Diduga Indisipliner, PPPK Paruh Waktu Damkar Langkat ‘Getol’ Main Proyek

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:59

Terkait Transparansi Proyek, Belasan Massa Geruduk Disdik dan Kantor Bupati Langkat

Rabu, 30 September 2026 - 18:58

Pimpin PMS Langkat, Edi Bahagia Sinuraya Bertekad Hidupkan Adat dan Budaya Karo

Berita Terbaru