Imigrasi Medan Gagalkan Keberangkatan 6 WNI Diduga Akan Bekerja Non-Prosedural di Kamboja

Senin, 5 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang

Petugas Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Kualanamu, Deli Serdang, menggagalkan keberangkatan enam warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak bekerja secara non-prosedural di Kamboja.

Pencegahan ini dilakukan, Minggu pagi (4/5), sekitar pukul 08.00 hingga 09.30 WIB.

 

Penggagalan itu bermula saat keenam calon penumpang hendak menaiki pesawat dengan nomor penerbangan SQ991 tujuan Singapura.

 

Petugas mencurigai adanya ketidakwajaran dari rencana perjalanan mereka, terutama karena tidak ditemukan dokumen pendukung yang lazim dimiliki oleh calon pekerja migran resmi.

Salah satu penumpang, Parmin, semula mengaku akan berlibur bersama keluarga ke Singapura.

Namun, setelah dilakukan pendalaman oleh petugas Imigrasi, terungkap bahwa tujuan akhirnya adalah Phnom Penh, Kamboja.

Ia mengaku akan bekerja di sebuah restoran yang masih dalam tahap pembangunan.

Dugaan semakin menguat setelah petugas mewawancarai Candra, penumpang lain dalam rombongan tersebut.

Candra menyebutkan bahwa ia berniat membuka restoran di Kamboja dan membawa sejumlah orang, termasuk ibunya (Tok Sai Ho), abangnya (Pauju), serta anaknya, KC Caroline Banaag Lim.

Ia juga mengajak dua orang yang akan dipekerjakan di restoran, yakni Parmin dan Rosaryn Ganiaty.

Namun, Candra tidak dapat menunjukkan dokumen legal terkait perekrutan atau keberangkatan mereka.

Melihat indikasi kuat adanya rencana pemberangkatan pekerja migran secara non-prosedural, pihak Imigrasi segera berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas BP2MI bernama Rita tiba di lokasi dan menerima serah terima keenam WNI tersebut untuk ditindaklanjuti.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Teodorus Simarmata, mengapresiasi kewaspadaan dan koordinasi cepat para petugas di lapangan.

“Upaya ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mencegah pengiriman pekerja migran secara ilegal dan melindungi WNI dari potensi eksploitasi tenaga kerja di luar negeri,” tegasnya.

Teodorus juga menghimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.

Ia menekankan pentingnya memastikan kelengkapan dokumen dan jalur keberangkatan yang sah demi keamanan dan keselamatan para calon pekerja migran.(AVID)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi
PW ISARAH Sumut Desak Kejelasan Kasus Proyek Lapangan Merdeka Medan, Minta KPK Ambil Alih
Forum Alumni UINSU Dikukuhkan, Wagub Sumut Dorong Kolaborasi, Rektor: Jaga Nama Baik dan Harumkan Almamater
Warga Apresiasi Pembangunan Drainase di Jalur SP Tembakau Deli–Kualanamu
Norman Hadinegoro Soroti Polemik Ijazah Jokowi dan Dugaan Keterlibatan Dasco
Jangan Didiamkan! MKD Didesak Tindaklanjuti Laporan KWP vs Deddy Sitorus
Nama Misbakhun Muncul dalam Investigasi Pita Cukai Rokok Ilegal
Ruas Jalan di Babalan Didominasi Pedagang, Warga Desak Penertiban

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:18

‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:16

PW ISARAH Sumut Desak Kejelasan Kasus Proyek Lapangan Merdeka Medan, Minta KPK Ambil Alih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:15

Forum Alumni UINSU Dikukuhkan, Wagub Sumut Dorong Kolaborasi, Rektor: Jaga Nama Baik dan Harumkan Almamater

Kamis, 24 September 2026 - 17:06

Warga Apresiasi Pembangunan Drainase di Jalur SP Tembakau Deli–Kualanamu

Selasa, 15 September 2026 - 21:06

Norman Hadinegoro Soroti Polemik Ijazah Jokowi dan Dugaan Keterlibatan Dasco

Berita Terbaru