PP HIMMAH Tuntut Kejagung Bongkar Semua Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Secara Transparan

Rabu, 29 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa mendesak Tim 9 Kejaksaan Agung untuk mengusut secara transparan dan menyeluruh berbagai dugaan kasus yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Massa aksi menilai seluruh dugaan yang berkembang di ruang publik harus ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan tanpa adanya perlakuan istimewa terhadap siapa pun. PP HIMMAH menegaskan bahwa prinsip persamaan di hadapan hukum harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution dalam orasinya menyampaikan bahwa Kejaksaan Agung harus menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas korupsi dengan membuka ruang pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga terlibat dalam suatu perkara, tanpa memandang jabatan maupun kedudukan.

“Kami hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat agar proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel. Jangan ada kesan tebang pilih dalam penanganan perkara. Semua dugaan yang beredar harus dibuka secara terang benderang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegas Razak.

Ia menambahkan kekecewaannya terhadap perlakuan yang istimewa kepada Febrie karena bersikap arogan dan tidak memakai rompi berwarna pink rompi khas tahanan Kejagung.

“Jangan ada perlakuan istimewa kepada Febrie Adriansyah, semua sama di mata hukum,” pekiknya.

Ia juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Kepolisian untuk mengusut kematian mendadak Kepala Asisten Rumah Tangga Febrie Adriansyah karena menurutnya ada kaitannya dengan perkara FA yang sedang ditangani.

“Usut tuntas kematian mendadak kepala ART Febrie, yang tiba-tiba, Kami menduga kuat ada kaitannya dengan perkara FA yang sedang ditangani Tim 9 Kejagung,”tegasnya.

2 (dua) jam berorasi secara bergantian, PP HIMMAH kemudian ditanggapi Kasubdit Hubungan Antat Lembaga, Bapak Lukman.

Ia menyampaikan terimakasih kepada PP HIMMAH yang telah menyampaikan tuntutanya, “akan kita sampaikan kepada pimpinan, semua akan ditindak jika terbukti beesalah,” ujar Lukman.

PP HIMMAH menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut dan siap melakukan aksi lanjutan apabila tidak terdapat langkah konkret dari Kejaksaan Agung dalam menindaklanjuti berbagai laporan serta aspirasi masyarakat.

Aksi berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah menyampaikan tuntutan dan menyerahkan pernyataan sikap, massa membubarkan diri dengan damai sambil menegaskan komitmen untuk terus mengawasi proses penegakan hukum di Indonesia. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH Kompol DK dan Tolak Upaya Banding
Aminullah Tantang Kejagung dan KPK Bongkar Gurita Korupsi Rp1.000 Triliun: Kejar Aktor Intelektual dan Jaringannya!
Sudah Datang Terlambat, Syahrul Paling ‘Kreak’ Pula Interupsi di Akhir Paripurna DPRD Sumut
Sudah Datang Terlambat, Syahrul Paling ‘Kreak’ Pula Interupsi di Akhir Paripurna DPRD Sumut
Proses Seleksi Jabatan PT Inalum Disorot, Peserta Minta Klarifikasi Mekanisme Assessment
Aminullah Siagian Tantang Hotman Paris Tunjukkan Dasar Hukum Tersangka Jaksa Harus Izin Presiden
Relawan dan Mahasiswa Antusias Menanti Bobby Nasution di Nias
Perjalanan Inspiratif Jeka Saragih, dari UFC Kini Bangun Mimpi Atlet Simalungun

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:53

AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH Kompol DK dan Tolak Upaya Banding

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19

PP HIMMAH Tuntut Kejagung Bongkar Semua Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Secara Transparan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:03

Aminullah Tantang Kejagung dan KPK Bongkar Gurita Korupsi Rp1.000 Triliun: Kejar Aktor Intelektual dan Jaringannya!

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27

Sudah Datang Terlambat, Syahrul Paling ‘Kreak’ Pula Interupsi di Akhir Paripurna DPRD Sumut

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:09

Sudah Datang Terlambat, Syahrul Paling ‘Kreak’ Pula Interupsi di Akhir Paripurna DPRD Sumut

Berita Terbaru