Pengangkatan Nasri Sebagai Kepala BPMA dan Usulan Fakhrudin Sebagai Dewas Picu Asumsi Beragam

- Penulis

Jumat, 28 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengangkat Nasri sebagai Kepala Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) periode 2025-2030 menggantikan Teuku Mohamad Faisal sebagai Kepala Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) periode 2019-2024. Nasri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Internal BPMA.

Namun SK pengangkatan Nasri sebagai Kepala BPMA terindikasi melanggar prosedur dan ketentuan yang berlaku karena tidak melalui mekanisme dan hanya karena berdasarkan usulan Pj Gubernur Aceh bukan Gubernur Aceh defenitif Muzakir Manaf.

Atas usulan Pj Gubernur tersebut, ini bertentangan dengan PP Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Migas di Aceh, yang merupakan PP turunan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

“Seharusnya atas usulan Gubernur bukan Pj Gubernur karena Pj tidak memiliki kewenangan untuk melakukan seleksi. SK itu dianggap illegal karena tidak melalui proses bagian Hukum ESDM dan tidak melalui Irjen ESDM,” sebut sumber di BPMA.

Pengangkatan Nasri sebagai Kepala BPMA memicu asumsi beragam setelah Menteri Bahlil juga meminta manajemen BPMA mengangkat Fakhruddin sebagai salah satu Komisi Pengawas di BPMA. Termasuk juga pengangkatan Muhammad Makmun sebagai Deputi Dukungan Bisnis BPMA yang baru dia hari dilantik.

Fakhruddin merupakan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 1999-2021. Ternyata Menteri Bahlil juga merupakan kader HMI. Bahkan beredar foto pertemuan Muhammad Makmum, Fakhruddin dan Menteri Bahlil.

Dalam foto itu, Menteri Bahlil terlihat mengenakan setelan kantor bersama 4 pria dalam sebuah ruangan. Muhammad Makmun yang baru dua hari dilantik sebagai Deputi Dukungan Bisnis BPMA duduk paling ujung dengan mengenakan baju biru lengan panjang. Sementara Fakhruddin duduk di tengah berhadapan dengan Menteri Bahlil.

Pertemuan itu memantik asumsi beragam – termasuk dugaan lobi-lobi jabatan – di lingkungan BPMA.

Namun Fakhruddin membantah pertemuan mereka dengan Menteri Bahlil soal lobi-lobi jabatan BPMA.

“Ini pertemuan biasa dan bukan spesial. Setiap waktu kami bisa bertemu dan pembahasannya sebatas sesama kader HMI dan tak jauh- jauh terkait urusan KAHMI,” kata Fakhrudin seperti dilansir dari kontras aceh dot net, Jumat (28/03/2025).

Fakhrudin juga tidak tahu-menahu sal dewan pengawas BPMA. Setahu dia kewenangan Gubernur Aceh sangat besar dalam penentuan Dewas BPMA.

“Kayem abg merumpok pak Bahlil. Biasajih urusan jih pasti hana jioh2 dari urusan Kahmi. Sama sekali hana bang meuteuoh soal Dewas. Penentuan Dewas, setahu abg, kewenangan gubernur lebeh rayeuk,” jawab Fakhruddin masih dilansir dari media yang sama.

Sebelumnya, sempat beredar selembar surat permohonan pengunduran diri Afroel Wahyoeni selaku Deputi Keuangan dan Moneter di BPMA yang ditunjukan kepada gubernur dan wakil gubernur Aceh yang kini ramai diperbincangkan.

Namun keaslian surat pengunduran diri tersebut patut dipertanyakan. Sumber wartawan di BPMA, ada beberapa poin dari surat yang beredar sehingga dipastikan hoaks atau palsu.

“Pertama, penulisan yang benar nama beliau adalah Afrul Wahyuni bukan Afroel Wahyoeni,” kata sumber yang minta namanya tidak disebutkan.

Kedua, kata dia, nama nomenklatur jabatan adalah Deputi Keuangan dan Monetisasi BPMA bukan “Dep Keu & Moneter BPMA” seperti tertulis di surat.

“Jadi saya pastikan palsu 1000 persen. BPMA itu koordinatif level menteri, jadi jabatan deputi adalah eselon dua kalau di BPMA. Lain kali kalo buat hoaks profesional lah,” ujar kolega Afrul di BPMA berinisial IS ini. (Rel/bs)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prananda Paloh Temui Bobby Nasution: NasDem Siap Dukung Apapun Kapanpun
MA Tambah Hukuman Rahmadi jadi 6 Tahun, Upaya Kasasi Disinyalir Hanya untuk Jatuhkan Kompol DK
Perkuat Persatuan Kader, DPD NasDem Langkat Gelar Halalbihalal
Diduga Dikriminalisasi PT ALAM, Keluarga Moses Tuntut Keadilan
PP GPA Tuding KPK Kriminalisasi Gus Yaqut, Usul Presiden Beri Amnesti
Kelola Galian C Ilegal, Oknum Ketua OKP: Izin dari Tuhan
Warga Sekitar PLTU Labuhan Angin ‘Kehilangan Laut’ dan Ruang Hidup
Ricky Anthony Apresiasi Permintaan Maaf Angkasa Pura dan Garuda ke Ketua NasDem Sumut

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:40 WIB

Prananda Paloh Temui Bobby Nasution: NasDem Siap Dukung Apapun Kapanpun

Kamis, 23 April 2026 - 00:07 WIB

MA Tambah Hukuman Rahmadi jadi 6 Tahun, Upaya Kasasi Disinyalir Hanya untuk Jatuhkan Kompol DK

Senin, 6 April 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Persatuan Kader, DPD NasDem Langkat Gelar Halalbihalal

Kamis, 2 April 2026 - 16:50 WIB

Diduga Dikriminalisasi PT ALAM, Keluarga Moses Tuntut Keadilan

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:30 WIB

PP GPA Tuding KPK Kriminalisasi Gus Yaqut, Usul Presiden Beri Amnesti

Berita Terbaru

Moses Presly Halomoan Sitorus didampingi penasihat hukumnya.

Peristiwa

Divonis Bebas, Moses Sitorus: Terima Kasih Majelis Hakim

Selasa, 28 Apr 2026 - 17:44 WIB

error: