Opurtunisme dan Cawe-Cawe Partai Coklat Merusak Demokrasi

- Penulis

Selasa, 17 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dr. H. Aswan Jaya

Pemilu dan Pilkada Langsung bagian penting dalam proses demokrasi. Di Indonesia proses demokratisasi masih tergolong “sedang dalam masa pertumbuhan” menuju pematangan edukasi politik bagi seluruh elemen rakyat.

Pertumbuhan demokrasi itu saat ini sedang sangat terganggu dan bahkan mundur kebelakang akibat Cawe-Cawenya Aparatur Penegak Hukum (APH) yang belakangan ini dikenal dengan partai coklat.

Keterlibatan partai coklat dalam kontestasi Pilpres dan Pilkada serentak tahun yang 2024 berdampak kepada dua hal setidaknya, pertama aspirasi politik rakyat diintervensi dan bahkan kehilangan independensinya karena intimidasi partai coklat. Kehilangan indepensi dalam memilih berkonsekwensi pada hilangnya ruh demokrasi itu sendiri yang menganut semangat jujur, adil dan rahasia, dari rakyat untuk rakyat.

Kedua, terpilihnya kepala daerah yang belum tentu memiliki kapasitas seorang kepala daerah yang mengerti persoalan rakyat dan solusinya, sering sekali yang terpilih adalah anak-anak yang dititipkan oleh bapak, paman atau orang-orang yang memiliki kekuasaan politik atau uang yang besar.

Pertanyaannya mengapa partai coklat mau dan pasang badan ikut Cawe-Cawe merusak tatanan demokrasi?

Partai coklat adalah institusi komando, kontradiksi dengan institusi demokrasi yang aspiratif, sederajat, tanpa membedakan status sosial pada saat pelaksanaannnya. Kontradiksi ini yang menyebabkan partai coklat tidak boleh ikut proses demokrasi (dipilih maupun memilih), diatur dalam undang-undang dan diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi karena kecenderungan Cawe-Cawenya begitu kuat, terutama pada pilkada serentak tahun 2024 yang baru di gelar.

Penyakit opurtunisme para pimpinan partai coklat untuk sebuah karir mempertegas posisinya sebagai penjaga modal dan kekuasaan. Istilah aktivis kiri mereka adalah segerombolan “anjing penjaga modal”.

Penyakit opurtunisme ini yang selalu dimanfaatkan oleh kroni politik dinasti menggunakan partai coklat terlibat “secara langsung” Cawe-Cawe mengintervensi kesadaran politik rakyat menuju kehendak majikannya. Cacatlah demokrasi.

Seluruh institusi negara dan sistem bernegara telah tersentuh reformasi. Institusi partai coklat salah satu dari sedikit institusi yang ternyata belum tersentuh reformasi. Selogan presisi dalam menjalankan fungsinya hanya omong kosong saat momentum politik datang.

Mereformasi partai coklat menjadi tanggung jawab semua pihak yang menginginkan proses demokrasi dalam mendewasan kesadaran politik rakyat. Sehingga proses demokrasi bisa berlangsung murah, programatik dan seluruhnya untuk kepentingan bangsa dan negara menuju kesejahteraan rakyat Indonesia yang adil dan makmur menuju Indonesia emas 2045. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Meriahkan HUT NasDem Ke-14, Ricky Anthony Gelar Baksos di DPD Langkat
Meriahkan HUT NasDem ke-14, Ricky Anthony Buka Turnamen Voly RACUP 2025
Rico Ricky Buka Turnamen Badminton NasDem Cup 2025
Keluarga Korban Penganiayaan Minta Perlindungan, Ricky Anthony Siapkan 100 Kader KOMBAT
ARMED-10: Hasyim SE Bukan Sekedar Politisi, Tapi Pemersatu yang Menyatukan Medan dalam Harmoni
Jejak Panjang Hasyim, Bukti Kepemimpinan yang Mampu Merangkul Semua Golongan
Jejak Panjang Hasyim, Bukti Kepemimpinan yang Mampu Merangkul Semua Golongan
Hasyim SE, dari DPRD Medan hingga Sumut : Simbol Pluralisme dan Konsistensi Politik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 November 2025 - 17:40 WIB

Meriahkan HUT NasDem Ke-14, Ricky Anthony Gelar Baksos di DPD Langkat

Selasa, 11 November 2025 - 12:03 WIB

Meriahkan HUT NasDem ke-14, Ricky Anthony Buka Turnamen Voly RACUP 2025

Minggu, 9 November 2025 - 11:37 WIB

Rico Ricky Buka Turnamen Badminton NasDem Cup 2025

Senin, 3 November 2025 - 16:35 WIB

Keluarga Korban Penganiayaan Minta Perlindungan, Ricky Anthony Siapkan 100 Kader KOMBAT

Kamis, 9 Oktober 2025 - 18:59 WIB

ARMED-10: Hasyim SE Bukan Sekedar Politisi, Tapi Pemersatu yang Menyatukan Medan dalam Harmoni

Berita Terbaru

error: