PT HKI Tegaskan Status Lahan Proyek Tol Binjai-Langsa Sudah Incracht

- Penulis

Kamis, 10 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengerjaan Proyek Tol Binjai-Langsa yang ditargetkan rampung akhir tahun 2024.

Pengerjaan Proyek Tol Binjai-Langsa yang ditargetkan rampung akhir tahun 2024.

Stabat – Proyek pembangunan jalan Tol Binjai-Langsa terus digenjot. Akhir tahun 2024 ini, pengerjaannya pun ditargetkan rampung hingga ke Besitang (perbatasan Provinsi Aceh). Selaku kontraktor, PT HKI meyakini lahan jalan bebas hambatan ini sudah dibebaskan dan berkekuatan hukum tetap (Incracth).

Namun, dalam proses pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) ini kerap mengalami hambatan. Diantaranya, ada beberapa warga masyarakat yang mengaku belum menerima biaya pembebasan lahan alias ganti rugi.

Pekerja pembangunan jalan Tol Binjai-Langsa mendirikan tiang pancang di lokasi proyek.

Humas PT HKI proyek Tol Binjai-Langsa Alvin Sinaga menerangkan, pihaknya bukanlah penyerobot lahan. Mereka mengerjakan proyek tersebut atas dasar perintah pemilik proyek.

“Bukan HKI yang menyerobot. HKI adalah kontraktor yang menerima perintah dari pemilik proyek untuk mengerjakan di atas lahan tersebut. Informasi yang didapat, lahan-lahan itu sudah dibebaskan melalui mekanisme Konsinyasi dan sudah berkekuatan hukum tetap dari PN,” tereang Alvin, Kamis (10/10/2024) siang.

Di samping itu, PT HKI juga sangat menyayangkan tindakan masyarakat beberapa hari lalu. Dimana, ada sekelompok warga yang melakukan pengrusakan pos istirahat milik kontraktor ini di lokasi proyek.

“HKI sangat menyayangkan tindakan masyarakat yang melakukan pengerusakan pos istirahat milik HKI. Tindakan arogan ini, tidak semestinya d lakukan. Karena masih bisa di bicarakan dengan secara musyawarah,” ujarnya.

Sebelumnya diinformasikan, sekelompok warga sekitar Dusun III, Desa Bukit Mengkirai, Kecamatan Gebang, Kanupaten Langkat dikabarkan belum menerima ganti rugi lahan. Warga yang emosi, akhirnya ricuh dan nyaris adu jotos dengan petugas PT HKI.

Tenda milik PT HKI yang terpasang di lokasi proyek pun hampir roboh. Akses jalan pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) ini pun diblokade warga. Penyebabnya, diduga karena proses ganti rugi atas lahan warga belum terealisasi.

Ditambah lagi, lahan perkebunan sawit warga terendam banjir, diduga akibat buruknya drainase peroyek Tol Binjai-Langsa ini. Hal ini juga yang membuat kemarahan warga sekitar tak terkendali

“Kami yang terdampak ini merasa dibodohi dan ditindas. Hak kami dirampas. Surat kami jelas, ada suratnya dan SHM. Kami menggantungkan nafkah dari hasil perkebunan ini,” ujar Hondol Sianturi pemilik lahan, Selasa (8/10/2024) siang. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

GARANSI dan AMPUH Laporkan Wesly Silalahi ke KPK, Terkait Tiga Kasus Korupsi di Pematangsiantar
Dugaan Kekerasan Saat Aksi di Lapas Tanjung Gusta Tuai Kecaman, WKI Sumut Desak Komisi XIII DPR RI Bertindak Tegas
Rico Waas Bohongi AFF dan PSSI!
Relawan Bobby Nasution Kurban 4 Sapi di Siantar
Bobby Nasution Sumbang 17 Sapi Kurban dengan Total Berat 11 Ton ke Masyarakat Secara Pribadi Tahun Ini
Rahudman: Rico Waas Keliru Besar, Tinggalkan Agenda Presiden Tanpa Koordinasi Jelas
Kawal Asta Cita Presiden Prabowo, MAI Medan Resmikan Kantor dan Koperasi Produsen Pangan
Dugaan Pungli di Samsat Medan Utara, Bapenda Sumut Buka Suara

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:33 WIB

GARANSI dan AMPUH Laporkan Wesly Silalahi ke KPK, Terkait Tiga Kasus Korupsi di Pematangsiantar

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:42 WIB

Dugaan Kekerasan Saat Aksi di Lapas Tanjung Gusta Tuai Kecaman, WKI Sumut Desak Komisi XIII DPR RI Bertindak Tegas

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:44 WIB

Rico Waas Bohongi AFF dan PSSI!

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:30 WIB

Relawan Bobby Nasution Kurban 4 Sapi di Siantar

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:59 WIB

Bobby Nasution Sumbang 17 Sapi Kurban dengan Total Berat 11 Ton ke Masyarakat Secara Pribadi Tahun Ini

Berita Terbaru

error: