Diduga Permainan Mafia, Puluhan Pengungsi Rohingya Kabur dari Gedung Nasional Tanjung Pura

Rabu, 30 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang pengungsi Rohingya bernama Amin yang menceritakan rekannya kabur dari Gedung Nasional Tanjung Pura.

Salah seorang pengungsi Rohingya bernama Amin yang menceritakan rekannya kabur dari Gedung Nasional Tanjung Pura.

Tanjung Pura – Pengungsi Rohingya di Gedung Nasional Tanjung Pura berkurang drastis. Dari awalnya 62 imigran yang ditampung di sana, kini warga asal Myanmar tersebut tinggal 31 orang. Disebut-sebut, ada keterlibatan mafia perdagangan orang (Human Trafficking) yang memfasilitasi pelarian puluhan imigran itu.

“Untuk setiap warga Rohingya yang berhasil dikeluarkan, dibiayai Rp5 juta – Rp10 juta. Cukongnya orang dari Malaysia sana. Nanti ada yang jemput di dekat Gedung Nasional. Biasanya, tengah malam atau dini hari mereka dijemput,” tutur nara sumber, Rabu (30/10/2024) sore, sembari meminta hak tolaknya.

Para pengungsi Rohingya di Gedung Nasional Tanjung Pura.

Setelah dijemput dari sekitaran Nasional Juang Tanjung Pura, para pengungsi Rohingya dibawa ke Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Tempatnya pun sudah ditentukan oleh cukong yang melakukan kordinasi dengan telepon seluler.

Enam Orang Kabur

“Pengungsi Rohingya yang mau dilarikan sesuai pesanan cukong, kordinasinya melalui HP penjaga di Gedung Nasional. Nanti si cukong meminta rekening bank untuk melakukan transaksi. Sekarang ini totalnya dah 30-an lah yang kabur. Herannya lagi, dari mana mereka bisa komunikasi dengan orang dari negeri sebelah,” beber nara sumber.

Di lokasi Gedung Juang di Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, hanya tersisa 31 pengungsi Rohingya. Lelaki dewasa mendominasi tempat penampungan tersebut.

Dari hasil dialog dengan Amin, salah seorang pengungsi di sana, dalam kurun Oktober 2024 ini sudah 6 orang yang melarikan diri. Pada 7 Oktober, ada 2 orang yang kabur. Untuk 11 Oktober 1 orang lagi yang meninggalkan tampat itu.

Permainan Mafia

“Tanggal 18 ada 3 keluar. Dua oran perempuan. Tidak tau (perginya kemana,” kata Amin dengan Bahasa Indonesia seadanya, sembari menerangkan bahwa rekannya bernama Jabir juga kabur dalam bulan Oktober ini.

Mereka berharap, agar United Nations Commissioner for Refugees (UNHCR) bisa mengembalikan mereka ke kampung halamannya. Para pengungsi pencari suaka tersebut, berharap agar tak lagi terombang ambing di negeri yang asing bagi mereka.

Perginya puluhan pengungsi Rohingya dari Gedung Nasional Tanjung Pura, kontras dengan dugaan keterlibatan mafia. Lancarnya komunikasi antara pengungsi dengan cukong di negeri jiran, patut dicurigai ada keterlibatan oknum-oknum tertentu. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Joging di Alun-alun Stabat, Sepeda Motor Tika Raib Digondol Maling
Aktivis Lingkungan: Mafia di Kawasan SM KGLTL Harus Diberantas
Perkebunan Sawit di Kawasan Konservasi, BKSDA : Kita Evaluasi
Direktur RSU Tanjung Selamat Bungkam Soal Hak PKWT
Laka Tunggal Dekat Titi Penceng Stabat, Toyota Rush Terperosok Dekat Kuburan
Divonis Bebas, Moses Sitorus: Terima Kasih Majelis Hakim
Diduga Dikriminalisasi PT ALAM, Puluhan Warga Desak Hakim Bebaskan Terdakwa
Pengedar Sabu di Sunggal Diciduk Tim Deninteldam I/BB

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:40

Joging di Alun-alun Stabat, Sepeda Motor Tika Raib Digondol Maling

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:26

Aktivis Lingkungan: Mafia di Kawasan SM KGLTL Harus Diberantas

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:58

Perkebunan Sawit di Kawasan Konservasi, BKSDA : Kita Evaluasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:19

Direktur RSU Tanjung Selamat Bungkam Soal Hak PKWT

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:57

Laka Tunggal Dekat Titi Penceng Stabat, Toyota Rush Terperosok Dekat Kuburan

Berita Terbaru