Gawat!!! Oknum Karyawan PTPN I Regional I Diduga ‘Sulap’ Lahan HGU Jadi Milik Pribadi

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Areal perkebunan sawit di Afdeling 5, Rayon B, Blok 1 Kebun Kwala BIngai, Tanjung Jati Grup yang diduga sengaja tidak direplanting.

Areal perkebunan sawit di Afdeling 5, Rayon B, Blok 1 Kebun Kwala BIngai, Tanjung Jati Grup yang diduga sengaja tidak direplanting.

Stabat – Beberapa hektar lahan sawit HGU PTPN I Regional I di Afdeling V, Rayon B, Blok 1, Kebun Kwala Bingai, Tnajung Jati Grup, diguda ‘disulap’ menjadi milik pribadi. Areal yang semestinya masuk dalam program replanting dan tapal batas ‘parit gajah’ beberapa waktu lalu, malah terkesan sengaja tak disentuh.

Pantauan awak media, tanaman sawit pada kordinat 3.72832, 98.43535 yang semestinya direplanting, malah masih berdiri kokoh. Di sana juga terlihat tumpukan pupuk kompos yang terletak dekat dengan tanaman palm tersebut.

Menurut keterangan narasumber, areal tersebut sudah dikuasai oleh oknum mantan karyatan PTPN berinisial SF Ginting selama bertahun-tahun. Oknum ini juga bekerjasama dengan warga sekitar, untuk menjaga dan memanen tandan buah segar (TBS) sawit.

“Kenapa tanaman sawit di areal ini tidak direplanting dan masuk dalam parit gajah. Siapapun oknum yang mengawasi pengerjaan itu, harus bertanggungjawab. Ini kan jelas usia tanamnya sama seperti tanaman yang direplanting kemarin,” beber narasumber, sembari meminta hak tolaknya, Selasa (27/10/2026) siang.

Narasumber menambahkan, diduga ada ‘main mata’ antara pengawas dan penanggungjawab program replanting dengan oknum mafia lahan. Sehingga, areal yang diyakini bagian dari HGU PTPN I Regional I ini bisa dikuasai oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

Manajer Bungkam

“Dalam proses pengerjanannya (replanting), Mandor selaku pengawas dan penanggungjawab areal kerjanya pasti pegang peta digital HGU. Kenapa ini dibiarkan? Ini harus ditindak dan diusut tuntas jika terbukti melanggar hukum,” tegas narasumber.

Sementara, Selamet selaku Mandor 1 di areal tersebut terkesan ‘buang badan’ saat dikonfirmasi awak media. Ia mengaku masih baru bertugas di Afdeling dan Blok 1 tersebut.

“Saya selaku mandor 1 masih tergolong baru mutasi ke afdeling ini. Jadi apapun kebijakan yangg kami buat selalu berkomunikasi dengan pimpinan abangda,” beber Selamet.

Mandor ini juga mengaku, atas dasar kebijakan Manajer Kebun Tanjung Jati Tumpak Ringorongo yang memerintahkan hal tersebut. “Manajer Tanjung Jati,” ungkapnya.

Sementara, Tumpak Ringoringo terkesan bungkam terkait persoalan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberi komentar, meski pesan WhatsApp yang dikirim kepadanya sudah dibaca. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Didatangi Sekelompok Massa, KTN Bina Mangrove Desak Aparat Bertindak
Eks Kadisdik Langkat Disebut Terima ‘Pelicin’ Proyek Ratusan Juta Rupiah
Enam Tahun Jadi Mitra BKSDA, Kinerja KTH di Kawasan SM KGLTL Dipertanyakan
Resahkan Masyarakat, Kapolres Langkat Didesak Berangus Barak Narkoba di Wampu
Tercebur ke Sungai Batang Serangan, Tiga Penumpang Mobil Avanza Tewas
Parah!!! Vendor Alat Berat Mengaku Diperas Kasat Reskrim Polres Langkat Rp100 Juta
Soal Video Viral Setoran Sabu ke Oknum Polisi, Kapolres Langkat : Itu Video Lama
Tersangka KDRT Belum Ditahan, Warga Secanggang Kecewa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Gawat!!! Oknum Karyawan PTPN I Regional I Diduga ‘Sulap’ Lahan HGU Jadi Milik Pribadi

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Didatangi Sekelompok Massa, KTN Bina Mangrove Desak Aparat Bertindak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Eks Kadisdik Langkat Disebut Terima ‘Pelicin’ Proyek Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

Enam Tahun Jadi Mitra BKSDA, Kinerja KTH di Kawasan SM KGLTL Dipertanyakan

Senin, 28 September 2026 - 11:16 WIB

Resahkan Masyarakat, Kapolres Langkat Didesak Berangus Barak Narkoba di Wampu

TERKINI