Parah!!! Hendak Liputan, Jurnalis Dihadang Staf KPU Langkat

Senin, 23 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Staf KPU Langkat Erik (baju kemeja putih) yang melarang awak media liputan.

Staf KPU Langkat Erik (baju kemeja putih) yang melarang awak media liputan.

Stabat – Kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Langkat sudah memperoleh nomor urutnya masing-masin, Senin (23/9/2204) siang. Pasangan Syah Afandin-Tiorita Br Surbakti (SATRIA), di nomor urut satu. Sementara, Iskandar Sugito-Adli Tama Hidayat Sembiring (BISA) memperoleh nomor dua.

Kedua Paslon Cabup dan Cawabup Langkat foto bersama usai pencabutan nomor urut paslon.

Namun, ada hal yang tak menyenangkan dalam seremoni pada tahapan pesta demokrasi ini. Saat awak media hendak liputan acara terebut, oknum Staf KPU Langkat yang mengaku bernama Erik menghadang kawawan juranalis. Kuli tinta ini, dilawang memasuki Gedung Serba Guna Langkat Berseri tempat prosesi pencabutan nomor.

“Dari mana bang,” ujar Erik kepada wartawan Tribun Medan, Telisik.net, dan TVRI, dengan nada bicara yang tak menyenangkan.

Para jurnalis ini kemudain menjelaskan, bahwa mereka hendak meliput pencabutan nomor calon Bupati dan Wakil Bupati Langkat. Namun Staf KPU Langkat itu tak mengindahkannya. Ia melarang awak media masuk, meski sudah memakai tanda pengenal pers.

Akibatnya, beberapa momen penting prosesi tersebut pun terlewatkan oleh awak media itu. “Masing-masing calon sudah membawa 70 orang, termasuk wartawan. Dan id wartawan juga sudah habis,” ujar Erik memberi alasan yang tak rasional.

Alhasil, ketiga wartawan itu hanya pasrah dan hanya berdiam diri di depan pintu masuk Gedung Serba Guna Stabat. Beruntung, salah seorang personel kepolisian dari Polsek Stabat, menyuruh ketiga wartawan untuk masuk ke dalam melakukan peliputan.

“Masuk… masuk aja ke dalam bang, ambil liputannya,” ujar personel Polsek Stabat, sembari mengabaikan hadangan yang dilakukan staf KPU Langkat tersebut. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Disorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MRN Disebut Terkait Perusahaan EPS dan TP2D Kabupaten Bekasi
Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual, Karyawati Kawasan EJIP Cikarang Laporkan Ketua Serikat Pekerja
Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Ketua Serikat Pekerja, Karyawati di Cikarang Minta Perlindungan LPSK
Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cikarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP
Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cingkarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP
‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi
PW ISARAH Sumut Desak Kejelasan Kasus Proyek Lapangan Merdeka Medan, Minta KPK Ambil Alih
Forum Alumni UINSU Dikukuhkan, Wagub Sumut Dorong Kolaborasi, Rektor: Jaga Nama Baik dan Harumkan Almamater

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:30

Disorot dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MRN Disebut Terkait Perusahaan EPS dan TP2D Kabupaten Bekasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:07

Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual, Karyawati Kawasan EJIP Cikarang Laporkan Ketua Serikat Pekerja

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:58

Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Ketua Serikat Pekerja, Karyawati di Cikarang Minta Perlindungan LPSK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:49

Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cikarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:42

Kapolri Ditantang Buktikan “No Viral No Justice”, Karyawati Cingkarang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ketua SP

Berita Terbaru