Terancam Hilang Pekerjaan, Ribuan Sopir Truk Batubara Sesalkan Sikap Gubernur Jambi Tutup Akses Jalan

- Penulis

Jumat, 12 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Sikap Gubernur Jambi, Al Haris yang dinilai tidak memperdulikan nasib rakyatnya khusus para sopir truk batubara hingga saat ini masih menjadi polemik.

Bahkan, akibat sikap Gubernur Jambi yang hingga saat ini belum juga membuka akses jalan angkutan batubara membuat ribuan para sopir truk batubara terancam hilang pekerjaan.

Tidak hanya hilangnya pekerjaan, anak-anak para sopir angkutan batubara di Jambi juga terancam putus sekolah akibat sikap Gubernur Jambi, Al Haris yang hingga saat ini tidak juga membuka akses jalan angkutan batubara.

“Saya sudah seminggu lebih tidak kerja, gara-gara itu untuk belanja sehari-hari terpaksa harus utang dulu. Belum lagi uang bulan sekolah anak yang belum saya bayar, ditambahkan lagi uang kontrakan rumah,” kata Supriadi (53) yang mengaku baru 1 tahun menjadi sopir pengangkut batubara.

Kepada wartawan, Supriadi mengatakan, jika permasalahan ini belum juga bisa diselesaikan oleh Gubernur Jambi, dirinya dan ribuan sopir lainnya akan terus melanjutkan aksi demo.

“Jika permasalahan ini tidak selesai, kami akan terus melakukan aksi. Bila perlu kami akan melakukan aksi ke kantor Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian PUPR Pusat atau ke istana langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, Gubernur Jambi, Al Haris diduga senang melihat masyarakat Jambi, khususnya yang bekerja sebagai sopir kehilangan pekerjaan atau pengangguran.

“Kami ikhlas jika memang Gubernur Jambi senang melihat kami yang para sopir ini sengsara dan kehilangan pekerjaan, asalkan perkataan itu keluar langsung dari mulutnya sendiri,” ujarnya.

Untuk itu, Supriadi yang didampingi beberapa sopir lainnya berharap agar permasalahan pembukaan jalan umum untuk pengangkut batubara segera bisa diselesaikan. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bentuk Tim Khusus terkait Pekerja Migran yang Tewas di Kapal Korsel, JAGA MARWAH Apresiasi Menteri P2MI
KPK Diminta Bertindak Tegas, Tahan Sekjen DPR Indra di Kasus Dugaan Korupsi Rumah Jabatan
Aminullah Siagian: Paksa Polri di Bawah Kementerian Sama dengan Melawan UUD
Tolak Polri di Bawah Kementerian, GP Al Washliyah Apresiasi DPR
Mahasiswa Tagih Ketegasan KPK, Kasus Transaksi Rp349 Triliun di Kemenkeu Kembali Dipersoalkan
Praktik Penahanan Ijazah, Wamenaker Afriansyah Noor Terapkan SE Kemenaker No 5 Tahun 2025
Warga Sekitar PLTU Labuhan Angin ‘Kehilangan Laut’ dan Ruang Hidup
Daftar Hitam 20 PLTU Paling Berbahaya di Indonesia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 01:03 WIB

Bentuk Tim Khusus terkait Pekerja Migran yang Tewas di Kapal Korsel, JAGA MARWAH Apresiasi Menteri P2MI

Jumat, 30 Januari 2026 - 01:42 WIB

KPK Diminta Bertindak Tegas, Tahan Sekjen DPR Indra di Kasus Dugaan Korupsi Rumah Jabatan

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:08 WIB

Aminullah Siagian: Paksa Polri di Bawah Kementerian Sama dengan Melawan UUD

Senin, 26 Januari 2026 - 20:24 WIB

Tolak Polri di Bawah Kementerian, GP Al Washliyah Apresiasi DPR

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:55 WIB

Mahasiswa Tagih Ketegasan KPK, Kasus Transaksi Rp349 Triliun di Kemenkeu Kembali Dipersoalkan

Berita Terbaru

SH dan barang bukti kejahatan diapit Tim Deninteldam I/BB.

Peristiwa

Pengedar Sabu di Sunggal Diciduk Tim Deninteldam I/BB

Selasa, 3 Mar 2026 - 14:50 WIB

error: