Bentuk Tim Khusus terkait Pekerja Migran yang Tewas di Kapal Korsel, JAGA MARWAH Apresiasi Menteri P2MI

Nasional19 Dilihat

JAKARTA – Keluarga mendiang Reza Valentino Simamora (21) menyatakan lega setelah diterima secara langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Jakarta pada Selasa (3/2/2026).

Pertemuan ini membahas penyelesaian berbagai persoalan yang masih membelit kasus kematian Reza, pekerja migran asal Medan yang tewas saat bertugas di kapal Korea Selatan.

“Saya sebagai orang tua sangat mengapresiasi kinerja Pak Menteri. Beliau menerima kami dengan rendah hati dan berjanji menyelesaikan semua persoalan,” ungkap Saud, ayah Reza, seusai pertemuan.

Reza Valentino Simamora merupakan Anak Buah Kapal (ABK) yang ditempatkan melalui skema government to government (G to G) sektor perikanan. Ia berangkat ke Korea Selatan pada Maret 2025 dan dilaporkan meninggal dunia pada 27 September 2025 akibat kecelakaan kerja.

Menurut keterangan keluarga dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Reza terlilit tali sling yang putus saat menarik alat tangkap, lalu terjatuh ke laut. Jenazahnya ditemukan beberapa hari kemudian dan telah dimakamkan di Medan pada 4 Oktober 2025.

Bentuk Tim Khusus

Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan LSM Jaga Marwah dan SBMI tersebut, Menteri Mukhtarudin berkomitmen segera membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini.

“Alhamdulillah, kami sangat apresiasi Menteri KP2MI, Bapak Mukhtarudin, beserta jajarannya yang telah memberikan jaminan agar hak-hak almarhum terpenuhi dan membentuk tim terpadu khusus,” jelas Ketua Umum Jaga Marwah, Edison Tamba.

Tim terpadu tersebut akan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal KP2MI, Komjen (Purn.) Dwiyono, dan melibatkan sejumlah direktur jenderal terkait. Fokus utama tim adalah menyelesaikan pencairan klaim asuransi yang hingga kini belum diterima keluarga, serta memperbaiki status kematian Reza di dokumen resmi.

Menteri Mukhtarudin juga menegaskan akan segera mengirim surat resmi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul mengenai koreksi status kematian tersebut.

Pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian administratif dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga mendiang Reza, yang selama ini menunggu kepastian atas hak-hak mereka.

Latar Belakang

Reza Valentino Simamora(21), pekerja migran asal Medan, tewas dalam kecelakaan kerja di kapal penangkap ikan Garamho berbendera Korea Selatan pada 27 September 2025.

Ia bekerja sebagai Awak Kapal Perikanan (AKP) melalui program pemerintah G to G. Kasus ini menyoroti lagi pentingnya perlindungan maksimal bagi Pekerja Migran Indonesia, terutama di sektor perikanan yang berisiko tinggi. (Red)

Facebook Comments Box